Abstract :
Sayuran memiliki nilai persentase perusahaan hortikultura menurut Badan Pusat
Statistik (BPS, 2020) berdasarkan kelompok komoditas terbesar ketiga sebesar
17,70%, menunjukan bahwa usaha pertanian sayuran cukup berpotensi untuk
dikembangkan, hal itu menjadikan jumlah pelaku usaha sayuran tentunya semakin
banyak. Menjadi sebuah tantangan bagi kelompok tani dan pelaku usaha
hidroponik dalam mempertahankan usahanya dari persaingan dengan memperoleh
kinerja pemasaran yang lebih baik salah satunya dengan mengimplementasikan
inovasi ke dalam usahanya. Tujuan penelitian yaitu: 1).mengetahui dan
menganalisis penerapan inovasi yang telah dilakukan oleh pelaku usaha sayuran
di Kota Bogor Jawa Barat 2).mengetahui hasil kinerja pemasaran yang telah
dicapai oleh pelaku usaha sayuran di Kota Bogor 3). mengetahui dan menganalisis
hubungan inovasi dengan kinerja pemasaran pada sayuran di Kota Bogor Jawa
Barat. Pengambilan data melalui kuesioner menggunakan skala likert dengan
metode penentuan responden proportionate stratified simple random sampling
memperoleh 77 responden. Metode analisis menggunakan uji korelasi rank
spearman serta pengujian hipotesis melalui SPSS versi 22. Hasil penelitian
menunjukan bahwa 1) Pelaku usaha sayuran pada umumnya telah melakukan
inovasi yang berkaitan dengan inovasi input, proses, maupun output. 2) Informasi
mengenai kinerja pemasaran yang dilihat dari volume penjualan (kemampuan
produksi 40%), pertumbuhan pelanggan (bertambahnya pasar/konsumen 25%),
dan kemampuan laba. 3) Terdapat Hubungan kedua variabel (X) dan (Y) dengan
hasil koefisien korelasi 0,466 dengan kategori sedang signifikan dengan pengujian
hipotesis bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kesimpulan bahwa jika
sebuah inovasi semakin diimplementasikan dan dioptimalkan maka akan
menghasilkan kinerja pemasaran yang lebih baik