Abstract :
Nu?man Muttaqin. A.1610386. Respon Pemberian Larutan Daun Mimba
(Azadirachta indica A. Juss) terhadap Serangan Penyakit Antraknosa pada Tanaman
Cabai Merah. Di bawah bimbingan Oktavianus Lumban Tobing dan Yanyan
Mulyaningsih.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian larutan daun
mimba muda dan daun mimba tua dengan frekuensi pemberian yang berbeda-beda
terhadap serangan penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah yang disebabkan
oleh cendawan Colletotrichum sp. Model rancangan dalam peneliti ini menggunakan
Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi
larutan daun mimba muda dan larutan daun mimba tua sedangkan untuk perlakuan
kontrol sama sekali tidak diberi perlakuan jenis larutan daun mimba. Untuk frekuensi
pemberian larutan daun mimba yang digunakan yaitu terdiri dari lima taraf
pemberian, yaitu: M1 (diberi perlakuan pada umur 14 HSPT atau hari setelah pindah
tanam), M2= (diberi perlakuan pada umur 14 dan 24 HSPT), M3= (diberi perlakuan
pada umur 14, 24, dan 34 HSPT), M4= (diberi perlakuan pada umur 14, 24, 34, dan
44 HSPT) dan M5= (diberi perlakuan pada umur 14, 24, 34, 44, dan 54 HSPT). Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi pemberian larutan daun mimba
dapat menurunkan intensitas serangan penyakit antraknosa pada buah cabai.
Frekuensi pemberian larutan daun mimba pada M5 peubah yang diamati kejadian
penyakit dan keparahan penyakit mendapatkan nilai rata-rata hasil terendah dari
perlakuan lainnya atau bisa dikatakan lebih tahan terhadap serangan penyakit
antraknosa.