Abstract :
SITI DARWIYAH. A.1610137. Produksi dan Kualitas Melon (Cucumis melo L.)
Hidroponik Rakit Apung yang diberi Nutrisi Kalium Berbeda. Di bawah
bimbingan Nur Rochman dan Setyono.
Kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayur dan buah berkualitas
saat ini meningkat, tetapi hal tersebut tidak sejalan dengan lahan yang semakin
sempit dengan kondisi tanah kurang baik. Hidroponik sebagai alternatif untuk
mencukupi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh kualitas dan hasil buah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas melon (Cucumis
melo L.) secara hidroponik rakit apung yang diberi nutrisi kalium berbeda.
Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas satu
faktor yaitu penambahan nutrisi kalium nitrat (KNO3) dan kalium sulfat (K2SO4).
Penambahan nutrisi kalium terdiri atas 11 taraf, yaitu K 0%=kontrol tanpa kalium,
KNO3 5% = 0,022 g/liter air KNO3 10% = 0,045 g/liter air, KNO3 15% = 0,068
g/liter air, KNO3 30% = 0,136 g/liter air, dan KNO3 50% = 0,227 g/liter air yang
berisi taraf kalium nitrat. Taraf K2SO4 5% = 0,003 g/liter air, K2SO4 10% = 0,005
g/liter air, K2SO4 15% = 0,008 g/liter air, K2SO4 30% = 0,015 g/liter air, dan
K2SO4 50% = 0,026 g/liter air berisi taraf kalium sulfat. Hasil penelitian
menunjukkan aplikasi tambahan kalium melon hidroponik rakit apung tidak
memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah vegetatif, begitu juga
dengan jumlah bunga jantan. Pemberian tambahan kalium berpengaruh nyata
terhadap bobot buah, diameter, dan tebal daging buah, serta tingkat kemanisan
buah. Peningkatan bobot buah, diameter, dan tebal daging buah ditunjukkan oleh
perlakuan K2SO4 10% dengan dosis kalium tambahan 0,005 g/liter air. Tingkat
kemanisan tertinggi diperoleh dari tanaman melon dengan perlakuan KNO3 50%
dengan tingkat kemanisan buah mencapai 18 brix