Abstract :
Yoga Adinata. NIM A1710112. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian
Larutan Daun Mimba terhadap Penyakit Antraknosa dan Pertumbuhan Tanaman
Cabai Merah. Dibimbing oleh Oktavianus Lumban Tobing dan Yanyan
Mulyaningsih.
Antraknosa merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman cabai
merah (Capsicum annum L.) sehingga dapat menurunkan produktifitas tanaman
cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan
waktu pemberian larutan daun mimba dalam mengendalikan penyakit antraknosa
dan hasil tanaman cabai merah. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 13 taraf, 3 ulangan dan masing-masing
perlakuan terdiri atas 3 satuan amatan. Konsentrasi larutan daun mimba yang
digunakan terdiri atas tiga taraf yaitu, L1 5%, L2 20%, dan L3 35%. Waktu
pemberian ekstrak daun mimba terdiri atas empat taraf, yaitu A1 (umur 8 HSPT),
A2 (umur 8, 16 HSPT), A3 (umur 8, 16, 24 HSPT), dan A4 (umur 8, 16, 24, 32
HSPT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan waktu
pemberian larutan daun mimba memberikan interaksi nyata pada pertumbuhan
dan hasil tanaman cabai serta kejadian penyakit antraknosa. Konsentrasi larutan
maupun waktu pemberian daun mimba tidak berpengaruh terhadap kejadian dan
penyakit antraknosa. Konsentrasi larutan daun mimba yang memberikan hasil
terbaik pada perlakuan 35% namun tidak memberi respon terhadap 20%. Waktu
pemberian larutan daun mimba yang memberikan hasil terbaik pada perlakuan
aplikasi daun mimba umur 8, 16, 24 dan 32 HSPT. Secara umum konsentrasi
larutan maupun waktu pemberian daun mimba mampu menurunkan intensitas
serangan penyakit antraknosa dan meningkatkan hasil panen cabai