Abstract :
Pengembangan sapi perah yang unggul untuk memperbaiki genetik sapi
perah lokal berdasarkan dengan jumlah produksi susu. Hal ini dilakukan untuk
tidak bergantung dengan pejantan impor. Memiliki kualitas spermatozoa yang
baik dan sudah terbukti secara progeny menghasilkan keturunan yang baik.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi karakteristik semen beku sapi
Friesian Holstein dengan kelas pejantan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan
1 Maret sampai 29 April 2022 yang bertempat di Pusat Riset Zoologi Terapan,
Kelompok Riset Repronomik Hewan di Laboratorium Reproduksi Badan Riset
dan Inovasi Nasional (BRIN), Jl. Raya Bogor KM 46 Cibinong, Kabupaten
Bogor. Penelitian ini menggunakan semen beku sapi FH dengan kelas pejantan
proven dan non proven yang diproduksi di Balai Besar Inseminasi Buatan
Singosari, Malang sebanyak 12 straw. Metode penelitian ini menggunakan
dependent sample t-test, masing-masing unit terdiri dari 2 perlakuan dan 6
ulangan sehingga totalnya adalah 12 unit satuan pengamatan. Parameter yang
diamati pada penelitian ini adalah motilitas spermatozoa rata-rata pada sapi FH
proven 58,2% dan non proven 60,98%. Rata-rata pola gerak computer assisted
semen analysis (CASA) yang menunjukkan bahwa semen beku sapi yang
memiliki kriteria fertilitas yang baik dengan parameter VAP, VCL, ALH pada
semen beku sapi FH proven 85.85 ?m/s, 132.02 ?m/s, 5.55 ?m, dan pada sapi FH
non proven 81.57 ?m/s, 130.47 ?m/s, 5.07 ?m, viabilitas spermatozoa sapi FH
proven 72,09% dan non proven 67,16%. Rata-rata abnormalitas spermatozoa sapi
FH proven 4,77% dan non proven 6,29%. Rata-rata membran plasma utuh
spermatozoa sapi FH proven 68,7% dan non proven 65,35%. Hasil rata-rata
persentase akrosom utuh, fragmentasi DNA, dan defisiensi protamin pada sapi FH
proven secara berurutan adalah 96,65%, 6,23%, 2,66%, dan sapi FH non proven
secara berurutan adalah 9,23%, 5,68%, 3,11%. Hasil penelitian menunjukan
bahwa tidak ada perbedaan kualitas sperma dan memiliki karakteristik fertilitas
yang baik terhadap karakterisasi semen beku sapi FH dengan kelas pejantan yang
berbeda.