Abstract :
Salah satu ternak unggas yang banyak di ternakkan di Indonesia burung
puyuh (Coturnix-coturnix japonica) disebabkan pemeliharaan dan
pertumbuhannya yang cepat. Faktor penghambat pemeliharaan puyuh adalah
biaya pakan, salah satu alternatif pakan yang bisa di manfaatkan adalah Daun
Gamal (Gliricidia sepium) mengingat kandungan gizi yang tinggi terutama
protein mencapai 22,05%. Daun gamal juga mengandung zat aktif yang
berkhasiat sebagai antioksidan dan antibakteri sehingga diharapkan dapat
memperbaiki kualitas organoleptik daging burung puyuh. Penelitian dilakukan
selama 60 hari mulai tanggal 28 Mei ? 27 Juli 2022 berlokasi di Kandang Unggas
Tri Jaya Farm Sukabumi. Pakan yang diberikan adalah pakan komersil yang di
subtitusi dengan tepung daun gamal diberikan kepadap puyuh betina sebanyak
120 ekor. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dimaksud adalah: R0 (pakan
komersil 100%), R1 (pakan komersil 99% + 1% tepung daun gamal), R2 (pakan
komersil 98% + 2% tepung daun gamal), R3 (Pakan komersil 97% + 3% tepung
daun gamal) dan R4 (pakan komersil 96% + 4% tepung daun gamal). Data hasil
penelitian dianalisis menggunakan Kruskal Wallis bila data menunjukkan berbeda
nyata (P<0,05) dilanjut dengan Uji Duncan. Peubah yang diamati terdiri atas uji
hedonik dan uji mutu hedonik (aroma, keempukkan, warna, rasa dan juiciness).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun gamal tidak berbeda
nyata (P>0,05) terhadap aroma, keempukan, warna dan juiciness akan tetapi
berbeda nyata (P<0,05) terhadap peubah rasa pada uji hedonik maupun uji mutu
hedonik daging puyuh. Berdasarkan hasil penelitian pemberian tepung daun
gamal (Gliricidia sepium) sebagai subtitusi pakan komersil hingga 4%
berpengaruh terhadap uji hedonik maupun uji mutu hedonik terhadap rasa akan
tetapi pemberian tepung daun gamal yang optimal ada pada 1% dapat
meningkatkan kesukaan panelis terhadap rasa daging burung puyuh.