Abstract :
Telur merupakan hasil pangan hewani yang mudah rusak dan mudah menurun
kualitasnya baik itu internal atau eksternalnya. Masalah yang sering ditemui pada
eksternal telur adalah bentuk telur yang kurang proposional dan tipisnya kerabang
telur, sehingga terjadi retaknya telur saat pengiriman. Daun katuk mengandung
beberapa senyawa kimia antara lain tanin, flavonoid, saponin. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penambahan ekstrak kering daun
katuk (EKDK) dalam ransum terhadap kualitas eksternal telur itik mojosari.
Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari pada tanggal 31 Mei - 5 Juli 2021.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik mojosari yang berasal dari
Sukabumi dengan bobot badan awal memiliki rerata dan standar deviasi
1503,69±140,21g sebanyak 100 ekor berjenis kelamin betina dengan umur itik 5
bulan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga totalnya 20 unit pengamatan. Masing-
masing pengamatan terdiri dari 5 ekor itik dengan perlakuan yang diberikan yaitu,
R0 = 0% EKDK, R1 = 0,5% EKDK, R2 = 1,0% EKDK, R3 = 1,5% EKDK.
Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah bobot telur, indeks telur, tebal
kerabang, dan bobot kerabang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian
EKDK tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, indeks telur, tebal
kerabang dan bobot kerabang. Penambahan EKDK dengan taraf pemberian 0,5 ?
1,5% dalam ransum belum mampu meningkatkan kualitas eksternal telur itik
mojosari. Disarankan agar persentase EKDK dalam ransum yang diberikan lebih
ditingkatkan sehingga dapat diketahui persentase optimal EKDK yang dapat
meningkatkan kualitas eksternal telur itik mojosari.