Abstract :
Biji ketumbar (Coriandrum sativum) mempunyai kandungan minyak atsiri 0,4-
1,1% dengan komponen utama linalool sekitar 60-70% yang dapat dimanfaatkan
sebagai bahan tambahan pakan yang bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan
dan efek stimulasi dalam proses pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
pengaruh penambahan tepung ketumbar di dalam ransum terhadap persentase non
karkas puyuh jantan. 100 ekor puyuh jantan umur 17 hari dengan rataan bobot
badan 104,9 ± 0,91 g digunakan dalam penelitian ini. Rancangan yang digunakan
adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.
Perlakuan biji ketumbar dibuat tepung ditambahkan kedalam ransum komersil
dengan taraf penambahan 0% (P0), 0,5% (P1), 1% (P2) dan 1,5% (P3). Kandungan
zat-zat makanan dalam ransum penelitian dengan 10,63% (kadar air), 5,92% (abu),
2,49% (lemak), 18,54% (protein) dan 1,18% (serat kasar) dengan minimal 2.700
kkal.kg (energi metabolisme). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji
Duncan. Peubah yang diamati meliputi persentase hati, persentase jantung,
persentase usus, persentase rampela, persentase kepala, persentase leher dan
persentase kaki. Hasil rataan persentase hati 1.90 % (2,87 g), jantung 0.96 % (1,47
g), usus 4.30 % (6,51 g), rampela 2.51 % (3,80 g), kepala 1.95 % (8,33 g), leher
4.61 % (7,06 g) dan kaki 2.09 % (3,22 g) pada puyuh jantan. Kesimpulan penelitian
bahwa penambahan tepung ketumbar dalam ransum sampai taraf 1,5 % dapat
mempertahankan non karkas burung puyuh jantan. Disarankan untuk penelitian
lanjut penambahan tepung ketumbar dengan taraf persentase yang lebih tinggi pada
jenis kelamin, umur dan aktifitas ternak yang berbeda serta metode perlakuan lain
terhadap biji ketumbar tanpa menurunkan kandungan senyawa penting yang ada
didalamnya.