Abstract :
ASRI WIDIASIH A.1810552 Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Katuk
(Sauropus androgynous) Dalam Ransum terhadap Kualitas Internal Telur Itik
Mojosari. Dibimbing oleh Anggraeni dan Deden Sudrajat.
Kebutuhan nutrisi masyarakat harus tercukupi dengan protein hewani. Itik
sebagai penghasil daging dan telur yang dapat memenuhi kebutuhan protein
hewani untuk masyarakat. Tujuan dari penelitian yaitu mengevaluasi kualitas
internal yang meliputi bobot isi telur, persentase bobot kuning telur, persentase
bobot putih telur, nilai haugh unit dan skor warna kuning telur pada itik Mojosari
yang diberikan ekstrak daun katuk dalam ransum. Penelitian dilaksanakan dalam
waktu 35 hari pada 31 Mei ? 5 Juli 2021 di Camp Amiril Hill, Jln. Veteran III
Cibedug, Ciawi-Tapos, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bahan pakan yang
digunakan pada penelitian ini sebagai ransum dasar yaitu tepung jagung, bungkil
jagung, tepung ikan, dedak padi, CPO, premiks dan tambahan ekstrak daun katuk
kering. Dengan kandungan PK 18.08% dan EM 2808.10%. Rancangan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5
ulangan dengan 20 ekor itik setiap unit kandang. Data penelitian dianalisis dengan
Analisis of variance (ANOVA) apabila data menunjukkan hasil yang berbeda
nyata (P<0.05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Peubah yang diamati dalam
penelitian ini adalah bobot isi telur (g), persentase bobot kuning telur (%),
persentase bobot putih telur (%), nilai haugh unit (HU). Hasil analisis statistik
menunjukkan bahwa perlakuan tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap bobot isi
telur, nilai haugh unit dan skor warna kuning telur. Persentase kuning dan putih
telur dipengaruhi oleh ekstrak daun katuk sehingga memberikan pengaruh yang
nyata (P<0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penggunaan 1.5 % ekstrak daun katuk dalam ransum meningkatkan persentase
bobot putih telur, namun menurunkan persentase bobot kuning telur.