DETAIL DOCUMENT
KARAKTERISTIK SEMEN BEKU Bos taurus DAN Bos indicus PADA BALAI INSEMINASI BUATAN BERBASIS KAJIAN MOLEKULER
Total View This Week0
Institusion
Universitas Djuanda
Author
Harianja, Ridka
Subject
SF Animal culture 
Datestamp
2023-02-14 02:18:07 
Abstract :
RIDKA HARIANJA. A.1811058. Karakteristik Semen Beku Bos Taurus Dan Bos Indicus Pada Balai Inseminasi Buatan Berbasis Kajian Molekuler. Dibimbing oleh Abdullah Baharun dan Tulus Maulana Keberhasilan inseminasi buatan salah satunya disebabkan oleh kualitas semen beku yang digunakan. Kualitas semen beku di evaluasi agar mendapatkan kualitas yang baik. Evaluasi pada semen beku dapat dilakukan secara mikroskopis yang meliputi motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa, abnormalitas spermatozoa, membran plasma utuh. Selain evaluasi mikroskopis spermatozoa dapat di evaluasi menggunakan teknik pewarnaan flourescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik semen beku sapi Bos taurus dan Bos indicus berbasis kajian molekuler. Penelitian ini menggunakan semen beku Bos taurus (sapi simental dan sapi angus) dan Bos indicus (sapi brahman dan sapi ongol) dengan kisaran umur 7-15 tahun milik Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Penilaian motilitas spermatozoa menggunakan computer assisted sperm analysis (CASA), viabilitas dan abnormalitas spermatozoa dinilai menggunakan pewarnaan eosin negrosin, dan membran plasma utuh diuji menggunakan larutan HOST-test. Penilaian aspek molekuler akrosom utuh menggunakan metode FITC PNA-PI, fragmentasi DNA menggunakan metode flourescent acridine orange dan defisiensi protamin menggunakan metode flourescent chromomicyn A3. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan (P>0,05) kualitas semen beku pada semua parameter yang diuji (motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa, abnormalitas spermatozoa dan membran plasma utuh spermatozoa). Hasil analisis molekuler menggunakan teknik flourescent menunjukan terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) pada parameter akrosom utuh antara sapi simental (96,25%) dan sapi angus (97,50%) dengan sapi ongol (93,59%). Hasil analisis fragmentasi DNA antara sapi brahman (2,08%) dengan sapi angus (0,83%) menunjukan perbedaan yang nyata (P<0,05). Secara kajian molekuler kualitas semen beku Bos taurus memiliki kualitas paling baik jika dibandingakan dengan Bos indicus khusus pada parameter akrosom dan fragmentasi DNA. 
Institution Info

Universitas Djuanda