Abstract :
Moh Nurfaizi. A. 1710805. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian
Ekstrak Daun Mimba terhadap Serangan Kutu Daun dan Pertumbuhan Tanaman
Cabai Merah. Di bawah bimbingan Oktavianus LT dan Yanyan Mulyaningsih.
Penggunaan pestisida sintetik jika dilakukan secara terus menerus dalam
pengendalian hama dapat menyebabkan resistensi hama dan matinya musuh alami.
Hal tersebut mendorong pengembangan pengendalian hama secara ramah
lingkungan, antara lain melalui penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun mimba dan
frekuensi pemberian ekstrak daun mimba terhadap serangan kutu daun dan
pertumbuhan tanaman cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan dengan
menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan satu kontrol. Faktor
pertama yaitu konsentrasi ekstrak daun mimba yang terdiri atas tiga taraf, yaitu :
5% (5 ml ekstrak daun mimba + 95 ml air), 20% (20 ml ekstrak daun mimba + 80
ml air), 35% (35 ml ekstrak daun mimba + 65 ml air). Faktor kedua yaitu frekuensi
pemberian ekstrak daun mimba yang terdiri atas empat taraf, yaitu : Satu kali (8
hari setelah pindah tanam), dua kali (8 dan 16 HSPT), tiga kali (8, 16 dan 24 HSPT),
empat kali (8, 16, 24 dan 32 HSPT) dan ditambah dengan satu kontrol (tanpa
perlakuan). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak daun mimba
pada taraf (35%) berpengaruh dalam menekan tingkat kerusakan serangan kutu
daun. Frekuensi pemberian ekstrak daun mimba sebanyak tiga kali berpengaruh
terhadap pertumbuhan jumlah daun dan diameter buah serta dalam menekan tingkat
kerusakan serangan hama