Abstract :
Romanza. A.1710111. Efek Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Ekstrak Daun
Mimba Terhadap Penyakit Antraknosa dan Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah
(Capsicum Annuum L). Dibimbing oleh Oktavianus LT dan Yanyan Mulyaningsih
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konsentrasi dan frekuensi pemberian
ekstrak daun mimba terhadap penyakit antraknosa dan pertumbuhan tanaman cabai
merah (Capsicum Annuum L.). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) yang terdiri atas atas tiga taraf yaitu, G1 10%, G2 30%, dan G3
50%. Waktu pemberian ekstrak daun mimba terdiri atas empat taraf, yaitu J1 (umur 9
HSPT), J2 (umur 9, 17 HSPT), J3 (umur 9, 17, 25 HSPT), dan J4 (umur 9, 17, 25,
33 HSPT). Dalam percobaan ini terdapat 12 kombinasi perlakuan ditambah 1 kontrol
(G0J0 = Tanpa perlakuan dan aplikasi) dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 39 satuan
percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 3 tanaman, sehingga terdapat 117
satuan amatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun
mimba pada taraf G2 (30%) dapat menekan tingkat kerusakan pada kejadian dan
keperahan penyakit antraknosa. Tanaman yang diberikan konsentrasi ekstrak daun
mimba 50% menunjukkan hasil pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, lebar
tajuk tanaman, bobot segar buah dan hasil bobot segar tajuk dan bobot kering tajuk
lebih besar dibandingkan dengan perlakukan konsentrasi lainnya. Diameter batang
konsentrasi ekstrak daun mimba 30% pada 25 HSPT menunjukkan hasil yang lebih
besar namun tidak berbeda nyata dengan konsentrasi ekstrak daun mimba 50%.