DETAIL DOCUMENT
EFEK KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MIMBA TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Djuanda
Author
Romanza, Romanza
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2023-02-15 03:09:28 
Abstract :
Romanza. A.1710111. Efek Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Ekstrak Daun Mimba Terhadap Penyakit Antraknosa dan Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L). Dibimbing oleh Oktavianus LT dan Yanyan Mulyaningsih Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konsentrasi dan frekuensi pemberian ekstrak daun mimba terhadap penyakit antraknosa dan pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum Annuum L.). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas atas tiga taraf yaitu, G1 10%, G2 30%, dan G3 50%. Waktu pemberian ekstrak daun mimba terdiri atas empat taraf, yaitu J1 (umur 9 HSPT), J2 (umur 9, 17 HSPT), J3 (umur 9, 17, 25 HSPT), dan J4 (umur 9, 17, 25, 33 HSPT). Dalam percobaan ini terdapat 12 kombinasi perlakuan ditambah 1 kontrol (G0J0 = Tanpa perlakuan dan aplikasi) dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 39 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 3 tanaman, sehingga terdapat 117 satuan amatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun mimba pada taraf G2 (30%) dapat menekan tingkat kerusakan pada kejadian dan keperahan penyakit antraknosa. Tanaman yang diberikan konsentrasi ekstrak daun mimba 50% menunjukkan hasil pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, lebar tajuk tanaman, bobot segar buah dan hasil bobot segar tajuk dan bobot kering tajuk lebih besar dibandingkan dengan perlakukan konsentrasi lainnya. Diameter batang konsentrasi ekstrak daun mimba 30% pada 25 HSPT menunjukkan hasil yang lebih besar namun tidak berbeda nyata dengan konsentrasi ekstrak daun mimba 50%. 
Institution Info

Universitas Djuanda