DETAIL DOCUMENT
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) YANG DIPELIHARA DALAM MEDIA BIOFLOK RASIO C/N 10 DENGAN TINGKAT PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Djuanda
Author
Dian nugroho, Bagas
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2023-03-14 02:09:38 
Abstract :
Bagas Dian Nugroho. A.1711174. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang Dipelihara dalam Media Bioflok Rasio C/N 10 dengan Tingkat Pemberian Pakan yang Berbeda. Dibawah bimbingan Fia Sri Mumpuni dan Dudi Lesmana. Ikan Nilem merupakan ikan air tawar asli perairan Indonesia yang distribusinya meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Teknologi budidaya ikan ini perlu diperbaiki untuk meningkatkan produksinya. Bioflok dapat menjadi alternatif teknologi untuk meningkatkan hasil produksi secara maksimal. Penelitian ini dikerjakan dari bulan Maret 2021 sampai Juli 2022 di UPT Sarana dan Usaha Perikanan dan Peternakan VII Ciawi Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan panjang spesifik, laju pertumbuhan bobot spesifik, kelangsungan hidup dan efisiensi pakan pada ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang dipelihara dalam media bioflok rasio C/N 10 dengan tingkat pemberian pakan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penilitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu (perlakuan A Feeding Rate 1%), (perlakuan B Feeding Rate 3%), dan (perlakuan C Feeding Rate 5%), dan 4 ulangan. Data dianalisis mengunakan analisis ragam (ANOVA) dan apabila diperoleh hasil berperpengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji wilayah ganda duncan. Hasil penelitian selama 40 hari menggunakan media bioflok dengan tingkat pemberian pakan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan panjang spesifik dan laju pertumbuhan bobot spesifik. Laju pertumbuhan panjang spesifik pada perlakuan A sebesar (0,24±0,05%/hari), perlakuan B (0,22±0,03%/hari), perlakuan C (0,23±0,05 %/hari), dan laju pertumbuhan bobot spesifik perlakuan A sebesar (0,84±0,13 %/hari), perlakuan B (0,87±0,03 %/hari), perlakuan C (0,83±0,05 %/hari). Namun pemeliharaan selama 40 hari menggunakan media bioflok dengan tingkat pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Kelangsungan hidup perlakuan A (53,33±6,09%/hari), perlakuan B (66,67±6,09%/hari), perlakuan C (50,83±3,19%/hari). Efisiensi pakan perlakuan A (42,85±3,53 %/hari), perlakuan B (18,82±1,35%/hari), dan perlakuan C (8,93±0,93%/hari) 
Institution Info

Universitas Djuanda