Abstract :
Bagas Dian Nugroho. A.1711174. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih
Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang Dipelihara dalam Media Bioflok Rasio
C/N 10 dengan Tingkat Pemberian Pakan yang Berbeda. Dibawah bimbingan Fia
Sri Mumpuni dan Dudi Lesmana.
Ikan Nilem merupakan ikan air tawar asli perairan Indonesia yang distribusinya
meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang
tinggi. Teknologi budidaya ikan ini perlu diperbaiki untuk meningkatkan
produksinya. Bioflok dapat menjadi alternatif teknologi untuk meningkatkan hasil
produksi secara maksimal. Penelitian ini dikerjakan dari bulan Maret 2021 sampai
Juli 2022 di UPT Sarana dan Usaha Perikanan dan Peternakan VII Ciawi
Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan
panjang spesifik, laju pertumbuhan bobot spesifik, kelangsungan hidup dan
efisiensi pakan pada ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang dipelihara dalam
media bioflok rasio C/N 10 dengan tingkat pemberian pakan yang berbeda.
Rancangan yang digunakan dalam penilitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 3 perlakuan yaitu (perlakuan A Feeding Rate 1%), (perlakuan B
Feeding Rate 3%), dan (perlakuan C Feeding Rate 5%), dan 4 ulangan. Data
dianalisis mengunakan analisis ragam (ANOVA) dan apabila diperoleh hasil
berperpengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji wilayah ganda duncan. Hasil
penelitian selama 40 hari menggunakan media bioflok dengan tingkat pemberian
pakan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan panjang
spesifik dan laju pertumbuhan bobot spesifik. Laju pertumbuhan panjang spesifik
pada perlakuan A sebesar (0,24±0,05%/hari), perlakuan B (0,22±0,03%/hari),
perlakuan C (0,23±0,05 %/hari), dan laju pertumbuhan bobot spesifik perlakuan A
sebesar (0,84±0,13 %/hari), perlakuan B (0,87±0,03 %/hari), perlakuan C
(0,83±0,05 %/hari). Namun pemeliharaan selama 40 hari menggunakan media
bioflok dengan tingkat pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata
terhadap kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Kelangsungan hidup perlakuan
A (53,33±6,09%/hari), perlakuan B (66,67±6,09%/hari), perlakuan C
(50,83±3,19%/hari). Efisiensi pakan perlakuan A (42,85±3,53 %/hari), perlakuan
B (18,82±1,35%/hari), dan perlakuan C (8,93±0,93%/hari)