Abstract :
Muhamad Rizqi Nurfajari. A.1710451. Perkembangan Embrio Pada Pemijahan
Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Ikan Tengadak (Barbonymus
schwanenfeldii). Di bawah bimbingan Fia Sri Mumpuni dan Wahyulia Cahyanti.
Perkembangan embrio merupakan proses perubahan progresif struktur serta
fungsi tubuh makhluk hidup yang umumnya berbeda pada setiap spesies. Percobaan
ini dilaksanakan pada bulan November 2021 ? Februari 2022, berlokasi di Instalasi
Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar (IRPNPAT) Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tahapan perkembangan embrio dan
kualitas larva yang terjadi pada ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), ikan
Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) dan hasil persilangannya. Penelitian ini
menggunakan 4 ekor induk ikan Tawes yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 2 ekor
betina, 4 ekor induk ikan Tengadak yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 2 ekor betina,
dan obat bius. Parameter yang diamati meliputi perkembangan embrio, diameter
telur, fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan ukuran larva. Data
embrio ini dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif dengan gambar pada tiap fase
perkembangan telur, sedangkan data lainnya ditabulasi dan diolah menggunakan
microsoft excel. Pada penelitian ini diperoleh fekunditas ikan Tawes 42.771
butir/100g induk dan ikan Tengadak 44.714 butir/100g induk. Nilai derajat
pembuahan (FR) berturut-turut dari tertinggi adalah TgTg 98,00±0,82%, TwTw
79,75±3,77%, TwTg 39,75±9,44% dan TgTw 39,74±9,44%. Derajat penetasan
(HR) berturut-turut dari tertinggi yaitu TgTg 97,17±4,32%, TwTw 78,1±18,77%,
TgTw 41,87±19,01% dan TwTg 40,59±10,20%. Diameter telur ikan Tawes
1,06±0,04 mm dan ikan Tengadak 1,05±0,03 mm. Panjang awal larva berturut-turut
dari tertinggi yaitu TgTw 8,23±0,77 mm, TwTg 7,74±0,33 mm, TgTg 7,58±0,65
mm dan TwTw 7,29±0,55 mm. TwTg dan TgTw memberikan hasil performa
reproduksi yang paling baik pada proses penetasan, namun hasil yang kurang baik
pada performa reproduksi yang lainnya