DETAIL DOCUMENT
PERKEMBANGAN EMBRIO PADA PEMIJAHAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DAN IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Djuanda
Author
Rizqi Nurfajari, Muhamad
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2023-03-14 02:13:27 
Abstract :
Muhamad Rizqi Nurfajari. A.1710451. Perkembangan Embrio Pada Pemijahan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Di bawah bimbingan Fia Sri Mumpuni dan Wahyulia Cahyanti. Perkembangan embrio merupakan proses perubahan progresif struktur serta fungsi tubuh makhluk hidup yang umumnya berbeda pada setiap spesies. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan November 2021 ? Februari 2022, berlokasi di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar (IRPNPAT) Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tahapan perkembangan embrio dan kualitas larva yang terjadi pada ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) dan hasil persilangannya. Penelitian ini menggunakan 4 ekor induk ikan Tawes yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 2 ekor betina, 4 ekor induk ikan Tengadak yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 2 ekor betina, dan obat bius. Parameter yang diamati meliputi perkembangan embrio, diameter telur, fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan ukuran larva. Data embrio ini dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif dengan gambar pada tiap fase perkembangan telur, sedangkan data lainnya ditabulasi dan diolah menggunakan microsoft excel. Pada penelitian ini diperoleh fekunditas ikan Tawes 42.771 butir/100g induk dan ikan Tengadak 44.714 butir/100g induk. Nilai derajat pembuahan (FR) berturut-turut dari tertinggi adalah TgTg 98,00±0,82%, TwTw 79,75±3,77%, TwTg 39,75±9,44% dan TgTw 39,74±9,44%. Derajat penetasan (HR) berturut-turut dari tertinggi yaitu TgTg 97,17±4,32%, TwTw 78,1±18,77%, TgTw 41,87±19,01% dan TwTg 40,59±10,20%. Diameter telur ikan Tawes 1,06±0,04 mm dan ikan Tengadak 1,05±0,03 mm. Panjang awal larva berturut-turut dari tertinggi yaitu TgTw 8,23±0,77 mm, TwTg 7,74±0,33 mm, TgTg 7,58±0,65 mm dan TwTw 7,29±0,55 mm. TwTg dan TgTw memberikan hasil performa reproduksi yang paling baik pada proses penetasan, namun hasil yang kurang baik pada performa reproduksi yang lainnya 
Institution Info

Universitas Djuanda