Abstract :
Eva Siti Nurkholifah, Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda Bogor, 2020.
Penilaian Kapasitas Aparatur dapat diartikan sebagai potensi-potensi yang
memungkinkan sebuah institusi menjadi lebih efektif dalam pelaksanaan program-
program kegiatan. Sehingga tujuan dapat dicapai baik dilingkungan organisasi
pemerintah maupun organisasi non pemerintah. Kegiatan penilaian kapasitas
aparatur sangat berpengaruh terhadap kinerja pembuatan akta kelahiran.
Pengukuran kinerja merupakan salah satu bagian terpenting dari reformasi
birokrasi. Adanya kontrak kinerja dan penetapan indikator kinerja menjadi
pembuktian adanya pengukuran kinerja dalam birokrasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
penilaian kapasitas aparatur terhadap kinerja pembuatan akta kelahiran di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif yang
uraiannya berupa yaitu penggambaran maupun menjelaskan apa yang ditemukan
dilapangan dengan cara asosiatif. Penelitian ini berkaitan dengan dua variabel yaitu
Penilaian Kapasitas Aparatur sebagai variabel X dan Kinerja Pembuatan Akta
Kelahiran sebagai variabel Y. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis
dengan perhitungan dengan korelasi rank spearmen, koefisien determinasi dan uji
signifikansi. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai di Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kota Bogor, dengan jumlah populasi 60 orang dan sampel
dalam penelitian ini adalah 38 responden.
Hasil dari penelitian ini menunjukan korelasi sebesar 0,976 dengan arah
hubungan positif. Hubungan penilaian kapasitas aparatur berpengaruh terhadap
kinerja pembuatan akta kelahiran, dapat diartikan penilaian kapasitas aparatur dapat
dipengaruhi oleh faktor lain selain kinerja pembuatan akta kelahiran yang tidak
disebutkan dalam penelitian ini. Sedangkan hasil uji determinasi menunjukan
penilaian kapasitas aparatur terhadap kinerja pembuatan akta kelahiran sebesar
95,2%. Uji hipotesis yang diambil adalah Ho ditolak dan Ha diterima