Abstract :
Fraud merupakan tindakan yang menyimpang yang sering terjadi di dalam
masyarakat dan sangat merugikan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menguji pengaruh pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance dan
collusion terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (fraud). Populasi dalam
penelitian ini adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bogor.
Sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan convenience
sampling dengan kriteria pegawai yang memiliki wewenang dan tanggung jawab
terhadap pengelolaan keuangan pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di Kabupaten Bogor. Data dalam penelitian ini diperoleh dengancara
menyebarkan kuesioner kepada 121 responden di 23 Dinas, 5 Badan dan 4 Kantor
di Kabupaten Bogor. Pengujian hipotesis dan instrumen penelitian menggunakan
alat analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pressure,
opportunity, capability, arrogance dan collusion berpengaruh terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi (fraud). Sedangkan, rationalization tidak
berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (fraud).
Kata Kunci: pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, collusion dan fraud.