Abstract :
Birokrasi pemerintahan kecamatan masih sering menimbulkan
permasalahan yang kompleks dan kurang kondusif sehingga diperlukan perubahanperubahan mendasar secara struktural, prosesual, dan kultural. Perubahanperubahan birokrasi tersebut ditempuh pemerintah kecamatan agar dapat
meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerjanya. Untuk itu perlu diterapkan strategi
mewirausahakan birokrasi. Inti menerapkan strategi ini mengacu pada praktek
transformasi struktural, prosesual, dan kultural dalam rangka pembaruan dan
mewirausahakan (Reinventing) sektor pemerintahan. Penelitian ini berusaha
mengkaji bagaimana strategi mewirausahakan birokrasi tersebut diterapkan, apa
saja hambatan-hambatan yang dihadapi, dan apa usaha-usaha yang dilakukan.
Kerangka teori penerapan strategi mewirausahakan birokrasi dapat
dibangun dlam perspektif ?Banishing Bureaucracy, Five Strategies for Reinventing
Goverment? dari David Osborne dan Peter Plastrik. Dalam perspektif ini, strategi
mewirausahakan birokrasi dipandang sebagai transformasi sistem dan organisai
pemerintah secara fundamental untuk meningkatkan efesiensi, efektifitas dan
kemampuannya dalam rangka menciptakan inovasi; dimana transformasi ini dapat
dicapai dengan mengubah tujuan, sistem insentif, pertanggungjawaban, struktur
kekuasaan, dan budaya sistem organisasi pemerintah. Strategi mewirausahakan
birokrasi tersebut dapat diukur dari lima strategi dasar, yaitu strategi inti, strategi
konsekuensi, strategi pelanggan, strategi pengendalian dan strategi budaya.
Metode penelitian yang di pakai bersifat deskriptif. Metode deskriptif
tersebut dinilai cocok dan relavan karena mencoba mengkaji satu variabel, yaitu
Penerapan strategi mewirausahakan birokrasi. Populasi penelitian berjumlah 21
pegawai, sementara sempelnya di tarik secara sensus, karena semua populasi
dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara
penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan
dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan anket. Analisis data yang
dilakukan dengan menggunakan perhitungan Weight Mean Score (WMS).
Hasil pembahasan tentang penerapan strategi mewirausahakan birokrasi
pada kecamatan Bogor Timur Kota Bogor. Secara keseluruhan menunjukan angka
penelilaian 4,74 yang ditafsirkan berada pada kriteria sangat baik.
Kata Kunci : Mewirausahakan Birokrasi