Abstract :
Fokus penelitian ini adalah bagaimana seorang remaja membangun
kepercayaan dalam proses interpersonal yang dilatarbelakangi oleh kasus
hilangnya kepercayaan pada anak broken home , hal tersebut akan dimulai
dengan pentingnya mengubah sikap ke arah komunikasi bersama yang meliputi
kesepakatan, opini yang positif,/saling membutuhkan dan berempati untuk tidak
saling menjatuhkan. Dengan rumusan masalah yaitu bagaimana komunikasi
interpersonal remaja dalam menjalin persahabatan dan bagaimana upaya
membangun kepercayaan dalam menjalin persahabatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan mengenai komunikasi
interpersonal remaja dalam menjalin persahabatan dan menggambarkan mengenai
upaya membangun kepercayaan dalam persahabatan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan
dua Key informan dan lima remaja sebagai informan pendukung. Dengan hasil
penelitian menunjukan bahwa pada pendekatan komunikasi interpersonal
memiliki aspek pendekatan yaitu kesetaraan, keterbukaan, opini positif atau
mendukung dan empati. Melalui pendekatan komunikasi interpersonal tersebut,
dianggap lebih efektif untuk melakukan interaksi dalam menjalin komunikasi
dalam persahabatan. Ketika seorang remaja dengan remaja lainnya telah saling
memahami dalam melakukan interaksi, maka dimungkinkan remaja yang pernah
mengalami masa broken home dapat terbuka perlahan-lahan dengan lawan
bicaranya yaitu sahabat, tentunya diiringi dengan intesnsitas bertemu yang sering.
Melalui percakapan yang dilakukan oleh dua orang yang melakukan komunikasi
maka dibenarkan masuk dibahas dalam komunikasi jika kesepakatan tersebut
tidak dapat dipertanggung jawabkan keduanya, maka akan dapat terjadi
pemutusan yang dipandang sebagai jurang komunikasi untuk saling mejauh,
bahkan bisa menjadi kesenjangan sosial keduanya. Akan tetapi, peneliti
mangasumsikan, jika komitmen atau kesepakatan etika/ moral dapat terjaga oleh
keduanya dalam mengembalikan empat indikator yaitu, keterbukaan, empati,
sikap mendukung/positif dan kesetaraan, akan dapat memainkan peran dalam
interaksi, sehingga akan membangun komunikasi yang harmonis ke arah
pemulihan, sehingga bangunan kepercayaan keduanya dalam persoalan tersebut
akan mencapai tujuan sesuai dengan prosesnya.
Dengan kesimpulan komunikasi interpersonal diadik dapat menjadi cara
untuk seseorang yang pernah merasakan broken home dapat pulih kembali
yaitu dengan didukung oleh intensitas bertemu, komitmen dan 4 indikator
komunikasi interpersonal.
Kata kunci : Broken Home, Komunikasi Interpersonal, Remaja, Persahabatan