Abstract :
Dalam proses penyelenggaraan pelayanan publik di bidang administrasi
kependudukan, pemerintah dituntut agar dapat menyediakan pelayanan yang
berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta dapat
mengatasi permasalahan pelayanan publik yang terjadi selama ini seperti
pelayanan yang berbelit-belit dan lambat. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa
salah satu cara untuk meningkatkan kualitas layanan publik pada bidang
administrasi kependudukan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah adalah
melalui inovasi pelayanan publik. Salah satu bentuk inovasi pelayanan publik
pada Bidang Administrasi Kependudukan yaitu inovasi program jemput bola yang
merupakan kegiatan pemberian layanan kepada masyarakat terkait administrasi
kependudukan dengan tujuan memberikan pelayanan yang prima terhadap
masyarakat. Masalah yang didapat ialah petugas dalam melakukan pelayanan
kurang cermat. Hal tersebut dapat diliat dari hasil akta kelahiran yang terdapat
kesalahan nama, tempat tanggal lahir dan nama ayah/ibu yang membuat
masyarakat harus memperbaiki kembali akta kelahiran yang salah tersebut.
Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas pelayanan program
jemput bola di Disdukcapil Kabupaten Bogor, Untuk mengetahui kepuasan
masyarakat terhadap pembuatan akta kelahiran di Disdukcapil Kabupaten Bogor,
Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan program jemput bola terhadap
kepuasan masyarakat di Disdukcapil Kabupaten Bogor.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori kualitas pelayanan dari
Hardiansyah yaitu Kualitas pelayanan public merupakan suatu kondisi dinamis
yang berhubungan denngan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan dimana
penilaian kualitasnya di tentukan pada saat terjadinya pemberian pelayanan
tersebut. Dan terdapat 5 dimensi yaitu, Tangible, Reability, Responsivines,
Ansurance, Empaty. Dan untuk kepuasan masyarakat menggunakan teori dari
PERMENPANRB No.14 Tahun 2017 yaitu kepuasan masyarakat diartikan
sebagai ukuran keberhasilan penyelenggara pelayanan yang ditentukan oleh
tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan penerima pelayanan dicapai
apabila penerima pelayanan memperoleh sesuai dengan yang diharapkannya. Dan
terdapat 9 dimensi yaitu, Persyaratan, Prosedur, Waktu penyelesaian, Biaya/Tarif,
Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, Kompetensi pelaksana, Perilaku pelaksana,
Penanganan pengaduan, Sarana dan Prasarana.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian
deskriptif dan Asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang
mendapatkan Program Jemput Bola di 16 Kecamatan yang berada Kabupaten
Bogor pada tahun 2022 yang berjumlah 3.114 orang. Teknik pengambilan sampel
ii
pada penelitian ini yaitu menggunakan rumus Yamane. Hasil perhitungan di
peroleh sample sebanyak 88 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian
ini dilakukan dengan teknik yaitu observasi, wawancara dan angket. Kemudian,
data yang didapat melalui angket diolah atau dianalisis dengan menggunakan
rumus Weight Mean Score (WMS), uji validitas, uji reliabilitas, uji korelasi rank
spearman, uji signifikasi, dan uji koefisien determinasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan dalam pembuatan
akta kelahiran di program jemput bola yaitu memperoleh nilai 4,12 dengan
kategori baik. Adapun variabel kepuasan masyarakat memperoleh nilai 4,14
dengan kategori baik. Hasil koefisien korelasi didapat bahwa hubungan antar
variabel sebesar 0,782 dengan kategori kuat dan bernilai positif, dan hasil
koefisien determinasi yaitu 61,1%. Artinya kualitas pelayanan program jemput
bola terhadap kepuasan masyarakat dalam pembuatan akta kelahiran yaitu sebesar
61,1%, sedangkan 38,9% dipengaruhi oleh variabel lain.
Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasaan Masyarakat, Pelayanan Publik