Abstract :
Membaca merupakan sesuatu hal yang penting bagi manusia untuk
mendapatkan berbagai ilmu dan informasi. Dengan adanya teknologi yang
semakin maju, manusia bisa mengakses segala jenis informasi dan ilmu dengan
mudah dimana saja dan kapan saja. Namun, dengan adanya kemudahan
mengakses infornasi ini, tidak menjadikan minat baca masyarakat semakin
membaik. Hal ini dikarenakan, masyarakat lebih tertarik menikmati teknologi
dengan cara bermain games, mendengarkan musik dan hal lainnya dibandingkan
membaca buku. Dengan adanya fenomena tersebut, perlu di sediakannya tempat
membaca berupa perpustakaan atau taman bacaan masyarakat yang dapat menarik
dan menumbuhkan minat baca masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan
kapasitas kelembagaan taman bacaan masyarakat sudut baca di Kecamatan Bogor
Selatan Kota Bogor.
Metode penelitianyang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode
deskriptif. Populasi dari penelitian ini diambil dari para pengurus sudut baca yang
ada di Kecamatan Bogor Selatan dan penarikan sampel menggunakan teknik
purposive sampling (sample bertujuan) sehingga sampel yang digunakan yaitu
pengurus sudut baca yang ada di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Bojongkerta,
Bondongan dan Cipaku. Dengan teknik pengumpulan data yaitu kuisioner/angket,
wawancara, observasi langsug dan studi literature. Teknik analisa yang digunakan
yaitu menggunakan Rumus Weight Mean Score (WMS). Dengan pemberian score
variasi jawaban yang bergerak 1-5.
Hasil penelitian menunjukkan nilai dari pengembangan kapasitas kelembagaan
taman bacaan masyarakat sudut baca di Kecamatan Bogor Selatan mendapatkan
nilai 4,08 dengan kategori nilai baik. Hal ini dinilai berdasarkan 3 dimensi yaitu
pengembangan sumber daya fisik, pengembangan proses operasional dan
pengembangan sumber daya manusia. Dalam prosesnya terdapat beberapa
hambatan yang dialami oleh para pengurus sudut baca, yaitu mengenai
pemeliharaan sarana dan prasarana, biaya dan juga kurangnya pengetahuan para
pengurus sudut baca. Namun, para pengurus tetap melakukan upaya-upaya dalam
mengatasi hambatan yang ada dengan saling bekerja sama dan berdiskusi untuk
mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Kata Kunci : Pengembangan Kapasitas Kelembagaan, Taman Bacaan Masyarakat dan Sudut Baca