Abstract :
Pemerintah dalam mengatasi kemiskinan tentunya telah melakukan berbagai upaya dan
telah mencari cara untuk meminimalisir jumlah masyarakat miskin, salah satunya yaitu dengan
menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)
merupakan bantuan yang bersumber dari dana desa untuk masyarakat miskin dan masyarakat
yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah melalui mekanisme pembagian
uang sebesar Rp. 300.000 per bulan secara langsung kepada masyarakat penerima bantuan.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi program Bantuan
Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) terhadap kepuasan masyarakat di Kecamatan Campaka
Kabupaten Cianjur.
Beberapa permasalahan dalam proses implementasi program Bantuan Langsung Tunai
Dana Desa (BLT-DD) di Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur yaitu belum tepatnya sasaran
penerima, kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat, kurangnya fasilitas sarana prasarana dan
kurang tanggapnya petugas. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan pendekatan
kuantitatif, yaitu menguji hubungan variabel Implementasi Kebijakan dengan variabel Kepuasan
Masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan wawancara,
dengan sampel pegawai yang berjumlah 17 orang dan masyarakat panorama bantuan berjumlah
76 orang. Adapun analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan statistik
deskriptif dengan pengujian asosiatif menggunakan rumus weight mean score (WMS), rank
spearman, uji signifikansi (uji t) dan korelasi koefisien determinasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan program Bantuan
Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Kecamatan Campaka pada responden pegawai yaitu
memperoleh nilai 3,95 dengan kategori baik, sedangkan pada responden masyarakat yaitu 3,88
dengan kategori baik. Sementara pada kepuasan masyarakat dari responden pegawai yaitu
memperoleh nilai 3,95 dengan kategori baik dan pada responden masyarakat yaitu memperoleh
nilai 3,87 dengan kategori baik. Koefisien korelasi menggunakan rumus rank spearman antara
variabel implementasi kebijakan dan variabel kepuasan masyarakat dengan responden pegawai
yaitu 0,893 dengan kategori korelasi sangat kuat, sedangkan untuk responden masyarakat
koefisien korelasi 0,688 dengan kategori korelasi kuat. Kedua variabel bernilai positif searah,
dapat diartikan jika semakin baik implementasi kebijakan maka tingkat kepuasan masyarakat
juga akan lebih baik. Pada perhitungan koefisien determinasi yaitu menunjukkan bahwa
kekuatan pengaruh antara implementasi kebijakan terhadap kepuasan masyarakat pada
responden pegawai yaitu sebesar 79,726 dan untuk sisanya 20,324 dipengaruhi oleh variabel
lain, serta pada responden masyarakat sebesar 47,324 dan untuk sisanya 52,724 dipengaruhi oleh
variabel lain.
Kata Kunci: BLT-DD, Implementasi Program, Kepuasan Masyarakat