Abstract :
@lyfewithless adalah sebuah komunitas penggiat gaya hidup minimalis di Instagram. We
Are Social dan Hootsuite mencatat bahwa lebih dari 130 juta orang Indonesia adalah pengguna
aktif dimedia sosial dan rata-rata menghabiskan waktu 3 jam lebih untuk mengakses media
sosial. Mudahnya cara penggunaan aplikasi Instagram membuat pengguna menjadikan Instagram
sebagai media informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana proses komunikasi interpersonal founder akun @lyfewithless kepada
followers dan konformitas gaya hidup minimalis followers @lyfewithless.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif.
Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan
yaitu data primer didapatkan dari hasil observasi selama tiga bulan dengan mengamati aktivitas
yang dilakukan oleh followers di akun Instagram @lyfewithless dan wawancara mendalam
bersama informan kunci dilakukan selama satu kali dan informan pendukung dilakukan lima kali
serta data sekunder didapatkan dari studi dokumentasi yaitu buku, jurnal, company profile dan
dokumen yang berkaitan dengan topik yang diangkat guna mendukung data dari hasil wawancara
dan observasi.
Hasil penelitian yaitu proses Komunikasi Interpersonal Founder Akun @lyfewithless
yang dilakukan oleh Founder berjalan sesuai tahapan mulai dari tahap dialogis yaitu berfokus
pada setiap konten yang diunggah lewat Instagram, tahap melibatkan orang yaitu berfokus pada
ajakan founder ke followers lewat Instagram, tahap media dan nirmedia yaitu berfokus pada
media yang digunakan dengan media sosial yaitu Instagram, tahap keterbukaan yaitu berfokus
pada kegiatan membagi perasaan dan informasi, tahap empati yaitu berfokus kemampuan untuk
mendengar atau mengerti orang lain, tahap dukungan yaitu berfokus pada mendorong perubahan,
tahap bersikap positif yaitu berfokus pada menciptakan situasi yang kondusif dan partisipasi, dan
terakhir yaitu tahapan kesetaraan yaitu berfokus pada menghargai dengan perasaann sama
dengan orang lain. Hasil penelitian yaitu konformitas gaya hidup minimalis followers yang
dilakukan oleh followers berjalan sesuai tahapan mulai dari tahap compliance yaitu berfokus
pada meniru atua mengikuti apa yang menjadi kemauan orang lain, tahap obedience yaitu
berfokus pada menerima orang yang mempengaruhinya, dan terakhir yaitu tahap acceptance
yaitu berfokus pada followers dalam menentukan sebuah konformitas itu dikehidupan sehariharinya dengan pertimbangan perasaan, pengalaman dan hati nuraninya.
Kesimpulan, Proses Komunikasi Interpersonal Founder Akun @lyfewithless tahap
dialogis, tahap melibatkan orang, tahap media dan nirmedia, tahap keterbukaan, tahap empati,
tahap memberikan dukungan, tahap bersikap positif, serta kesetaraan. Pada Konformitas Gaya
Hidup Minimalis Followers dengan tahap compliance, obedience dan acceptance semua proses
dilakukan sesuai dengan tujuan sebuah komunitas meskipun dalam prosesnya menghadapi
beberapa kendala. Keseluruhan indikator tersebut menjadi pedoman dalam menilai bagaimana
proses komunikasi interpersonal founder akun Instagram @lyfewithless pada konformitas gaya
hidup minimalis followersnya.
Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan pihak founder meningkatkan proses
komunikasi interpersonal yang sudah diterapkan, lebih terampil dalam membuat konten menarik
dimedia sosial serta bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini kedepannya.
Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Gaya Hidup, Konformitas