Abstract :
Upaya pencarian sebuah informasi tentang kesehatan, maasyarakat harus berhati-hati
karena ada saja individu, kelompok atau bahkan lembaga yang menyebarkan berita atau
informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau terindikasi berita palsu.
Berita palsu yang tersebar di media sosial biasa disebut dengan istilah ?hoax? yang ramai
digunakan di media sosial (Wahyu, 2017). Selain itu, berita bohong atau berita palsu dapat
diartikan sebagai berita yang dpat dibuktikan salah, dibuat secara sengaja, dan dapat
menyesatkan para pembaca (Shu, Sliva, Wang, Tang, & Liu, 2017). Disisi lain, Barclay (2018)
mengartikan berita palsu (hoaks) sebagai informasi yang sengaja dibuat seolah-olah kredibilitas
dapat dipercaya, padahal kenyatannya hoaks merupakan informasi atau berita yang berisi halhal yang belum pasti atau yang benar-benar bukan merupakan fakta yang terjadi. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana penulis mendeskripsikan atau
mengkonstruksi wawancara-wawancara terhadap subjek penelitian (Kriantono, 2012).
Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan
data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari subjek penelitian dan perilaku yang dapat diamati
(Moleong, 2017). Informasi yang diperoleh menggambarkan beberapa strategi komunikasi yang
digunakan oleh Diskominfo Kabupaten Bogor. Strategi ini meliputi mengadakan konferensi
pers di media center, membuat pengumuman di website pemerintahan, Penjelasan ini
memberikan gambaran tentang upaya pemerintahan dalam menyampaikan informasi kepada
publik dan membangun hubungan yang efektif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan manfaat pada bidang
komunikasi pemasaran, khususnya pada pembentukan citra merek melalui website. Hasil
penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi para pembaca lainnya dalam
mencegah berita hoaks semakin berkembang.
Kata Kunci : Hoaks, Covid-19, Media Online.