Abstract :
Penggunaan bahasa dalam teks media memiliki makna-makna tertentu yang
dapat menyebabkan sudut pandang yang berbeda. Wacana yang berkembang terkait
sengketa lahan akibat korporasi batu bara yang digambarkan oleh media. Hal yang
ditampilkan oleh media tidak luput dari sikap independensi dan ideologi media
masing-masing sehingga konstruksi teks media menunjukkan diskursus-diskursus
tertentu. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam analisis wacana kritis. Analisis
ini berkaitan dengan studi teks yang berkaitan dengan pemakaian bahasa dan
kosakata. Hasil reportase Project Multatuli tentang korporasi batu bara penting
dianalisis untuk mengungkap makna implisit yang terkandung dalam teks.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks
sosial terhadap hasil reportase dan wacana yang berkembang. Ketiga dimensi
tersebut dianalisis guna mengungkap makna implisit yang terkandung dalam hasil
reportase.
Pendekatan penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif dengan
metode analisis wacana kritis dari Teun A. Dijk. Teknik pengumpulan data berupa
observasi pada teks hasil reportase, wawancara kepada penulis teks hasil reportase,
dokumentasi, simak dan catat yang dilakukan pada teks hasil reportase. Analisis
data yang digunakan adalah olahan dari peneliti dari hasil elaborasi analisis Critical
Discourse Analysis. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa diksi dan kalimat
dalam teks reportase yang menunjukkan inkonsistensi.
Hasil dari struktur makro pada dimensi teks menunjukkan topik utama
berupa kehidupan pekebun tua di Kalimantan Timur yang sulit mendapatkan
keadilan akibat permasalahan lahan. Elemen superstruktur menyatakan tidak ada
penyembunyian informasi sebab adanya skema perisitiwa berupa keterbukaan akan
kehidupan pekebun tua yang diceritakan dalam hasil reportase Project Multatuli.
Struktur mikro menunjukkan detil peristiwa serta terdapat koherensi kondisional
yang menimbulkan dua makna yaitu penempatan subjek pada kalimat aktif dan
kalimat pasif. Hasil pada elemen grafis yang sangat terlihat berupa keempat gambar
yang ditampilkan dengan warna hitam putih. Kognisi sosial menunjukkan bahwa
wartawan memiliki nilai dasar untuk melayani hak-hak dasar pekebun di
Kalimantan Timur. Konteks sosial terhadap wacana yang berkembang tidak ada
unsur relasi kuasa.
Kata Kunci: Analisis Wacana, Teks Media, Teun A. Van Dijk.