Abstract :
Twitter telah memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Terkhusus bagi Fanbase BTS Indonesia, Twitter menjadi tempat utama untuk
mendapatkan informasi, berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan sesama
penggemar. Namun, fenomena ini juga membawa dampak yang menarik perhatian
peneliti, yaitu perilaku FoMO (Fear of Missing Out). FoMO adalah kecemasan
akan kehilangan pengalaman sosial atau aktivitas yang terjadi di sekitarnya,
terutama penggemar BTS
Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif.
Teknik yang digunakan adalah teknik probability sampling berbentuk simple
random sampling. Teknik pengumpulan data secara primer dan sekunder. Data
dikumpulkan melalui kuesioner di google form dengan menggunakan skala likert.
Analisis instrumen mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, heterodaksitas,
dan multikolinearitas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis linear
sederhana dengan uji T.
Hasil penelitian ini ialah, Terpaan media terhadap Perilaku Fear of Missing Out
Konser Musik (Kasus Media Twitter untuk Fanbase BTS Indonesia) memperoleh
pengaruh positif, dengan kata lain, semakin intens individu terpapar dengan
informasi dan konten konser musik melalui Twitter, semakin tinggi tingkat perilaku
FoMO yang fanbase BTS Indonesia alami. Terpaan media yang memiliki indikator
tertinggi ialah frekuensi dan perilaku faer of missing out yang mendapatkan skor
tertinggi ialah tidak terpenuhi kebutuhan psikologis akan relatedness.
Kata kunci: Terpaan Media; Fear of Missing Out; Twitter; Konser Musik; BTS