Abstract :
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa kuat
hubungan antara kompetensi dengan kinerja Aparatur Sipil Negara di Balai Besar
Pelatihan kesehatan Cinagara-Bogor, untuk menentukan jumlah sampel pada
setiap populasi menggunakan teknik propotional ramdum sampling, jumlah
sampel dalam penelitian ini ada 63 orang dari total populasi sebanyak 74 orang.
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
kuisioner, wawancara, dan observasi, metode yang digunakan yaitu metode
penelitian asosiatif karena ingin membuktikan ada atau tidak adanya hubungan
antara variabel bebas dengan variabel terikat untuk teknik pengolahan datanya
peneliti melakukan uji validitas, uji regresi linear sederhana dan uji korelasi.
Teknik korelasi sederhana yang dilakukan adalah teknik korelasi Product
Moment Pearson.Hasil uji hipotes tingkat pengaruh kompetensi terhadap kinerja
adalah 0,890, dengan signifikasi (0,000< 0,05), maka Ho ditolak, dan Ha diterima,
hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif kompetensi terhadap
kinerja, dengan signifikasi yang kuat, yang artinya bila kompetensi meningkat
maka kinerja meningkat.
Terdapat hubungan yang sangat kuat antara kompetensi dan kinerja Aparatur
Sipil Negara yaitu berada pada interval 0,80 - 1,000, Kinerja Aparatur Sipil
Negara lebih banyak dipengaruhi oleh variabel Kompetensi dengan nilai 0,890
atau sebesar 89%. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kompetensi
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara,
artinya bahwa semakin baik kompetensi yang dimiliki oleh pegawai maka akan
dapat meningkatkan kinerja pegawai.
Kata Kunci : Kompetensi, Kinerja, Aparatur Sipil Negara.