Abstract :
Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan
Pertanahan Nasional (BPN) mengeluarkan sebuah buku kepemilikan tanah yang
disebut sertifikat tanah. BPN sebagai salah satu Lembaga birokrasi di Indonesia
dituntut untuk dapat melaksanakan pelayanan dengan baik. Akibatnya
pelayanan publik yang dilaksanakan saat ini masih rendah terhadap tingkat
kepuasan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui
pengaruk Kualitas Pelayanan Penerbitan Sertifikat Tanah Terhadap Kepuasan
Masyarakat di Kantor BPN Kota Sukabumi. Penelitian ini mengambil teori
kualitas pelayanan menurut Zeithaml-Parasurman-Berry dalam Pasolong (2011 :
135) bahwa ada lima dimensi agar mengetahui kualitas pelayanan serta dapat
dirasakan oleh konsumen, yaitu : Tangibles (bukti langsung), reliability
(kehandalan), responsiveness (daya tangkap), assurance (jaminan) dan emphaty
(empati). Kepuasan masyarakat menurut teori Rahayu dalam Paimin Napitulu
(2007 : 170), ukuran kepuasan masyarakat diukur dengan delapan dimensi, yaitu
: Information, Consultation, Ordertaking, Hospitality, Caretaking, Exceptions,
Billing, Payment. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
menggunakan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan
kuesioner. Uji korelasi digunakan uji Rank Spearman diperoleh nilai korelasi
sebessar 0.500 (sedang) dengan arah hubungan positif, artinya hubungan yang
searah. Hubungan searah dimaksudkan bahwa jika variable X naik maka
variable Y akan naik. Besarnya nilai korelasi / hubungan (R) yaitu sebesar
0.509, sedangkan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.259, dengan kata
lain sebesar 25.9% terhadap variable Y yaitu kepuasan masyarakat.
Kata kunci : Pelayanan Publik, Pendaftaran Sertifikat Tanah, Kepuasan Masyarakat.