Abstract :
Mi non gandum adalah mi yang terbuat dari bahan non gandum atau non terigu. Bahan-bahan
yang bisa digunakan untuk membuat mi non gandum antara lain jagung, beras, sagu,
singkong atau umbi-umbian lokal lain seperti ganyong. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh dari perbandingan penambahan hidrokoloid jenis guar gum pada pembuatan mi
kering. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu
faktor yaitu penambahan guar gum pada mi tepung talas dan tepung mocaf dengan lima taraf
perlakuan (0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%). Analisis produk meliputi uji hedonik hedonik
(warna, aroma, rasa, tekstur, penerimaan umum/overall) dan uji fisik meliputi daya serap air,
cooking loss, cooking time. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan guar gum
berpengaruh terhadap analisis mutu hedonik dari atribut warna, aroma, rasa dan tekstur pada mi
kering. Penambahan guar gum dapat mempengaruhi persepsi panelis hedonik dari mi kering.
Hasil analisis hedonik secara keseluruhan panelis lebih menyukai mi dengan tanpa penambahan
guar gum. Hasil analisis fisik menunjukan penambahan guar gum memiliki nilai cooking loss
mi yang lebih rendah daripada mi tanpa guar gum yang disebabkan oleh adanya
pembentukan ikatan kompleks antara amilosa dan hidrokoloid. Nilai cooking loss terendah
ada pada perlakuan dengan penambahan guar gum 0.5% dengan nilai rerata cooking loss
sebesar 9.49%. Penambahan hidrokoloid juga dapat meningkatkan daya serap air mi dan
menurunkan cooking timenya yang disebabkan oleh kemampuan guar gum dalam mengikat air
sehingga semakin tinggi daya serap air mi maka waktu yang dibutuhkan dalam pemasakan (cooking
time) semakin cepat. Nilai terbaik dari daya serap air dan cooking time nilai ada pada perlakuan
dengan penambahan guar gum 2%. Nilai daya serap air yang didapat adalah sebesar 236.4%
dengan nilai cooking timenya adalah 258.5 detik atau setara dengan 4 menit 18 detik.
Kata kunci : mi kering, guar gum, hidrokoloid, mocaf