Abstract :
Pemenuhan kebutuhan gizi harian balita dapat dibantu dengan pemberian
makanan tambahan seperti produk olahan pangan berupa biskuit. kandungan gizi
memiliki pengaruh linier terhadap tumbuh kembang balita seperti protein, seng
dan zat besi. Biji buah labu kuning dan biji buah durian merupakan produk
samping yang dapat diolah menjadi sediaan tepung dan mengandung cukup gizi
mikro dan makro sehingga dapat mendiversifikasi tepung terigu sebagai bahan
utama pada produk biskuit untuk balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui
pengaruh dan interaksi perbandingan penggunaan tepung biji labu kuning dan
tepung biji durian terhadap karakteristik kimia (Karbohidrat, kadar air, kadar abu,
protein, lemak, seng dan zat besi) dan sensori (mutu sensori dan hedonik) biskuit
balita serta menentukan produk terpilih dari perbandingan penggunaan kedua
tepung tersebut sesuai dengan SNI 01-7111.2-2005. Metode yang digunakan yaitu
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 pengulangan. Biskuit
balita dibuat dengan perbandingan antara tepung biji labu kuning dan tepung biji
durian dengan masing-masing P1 (85:15), P2 (80:20), P3 (75:25). Analisis data
pengaruh perbandingan kedua tepung terhadap karakteristik kimia dan sensori
(warna, aroma, tekstur, dan rasa) menggunakan Anova pada rentang kepercayaan
95% dan diuji lanjut dengan Duncan Test. Hasil yang diperoleh pada uji statistik
menunjukkan bahwa pada perlakuan P1, P2, dan P3 berbeda nyata (p<0,05)
terhadap karakteristik kimia dan sensori. Perlakuan ketiga perbandingan
penggunaan tepung biji labu kuning dan tepung biji durian memberikan pengaruh
terhadap karakteristik kimia, terutama protein, seng dan zat besi maupun
karakteristik sensorinya. Produk terpilih belum bisa ditentukan berdasarkan SNI
namun produk terpilih dari panelis terdapat pada perlakuan P2.
Kata kunci: Biskuit Balita, Tepung Biji Labu Kuning, Tepung Biji Durian