Abstract :
Mi kering berbahan baku pati campolay termodifikasi Heat-Moisture Treatment
merupakan usaha untuk meningkatkan masa simpan dan merupakan suatu
diversifikasi pangan dalam bentuk mi non-gluten. Penelitian ini bertujuan untuk
mempelajari dan menganalisis pengaruh dari penambahan guar gum terhadap sifat
mutu fisik mi kering pati campolay termodifikasi Heat-Moisture Treatment dan
menentukan konsentrasi terpilih. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbandingan konsentrasi guar
gum dengan lima taraf perlakuan yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Analisis
produk meliputi uji kadar air dan sifat fisik mi kering pati campolay termodifikasi
Heat-Moisture Treatment meliputi waktu rehidrasi, daya rehidrasi, daya
pengembangan, cooking loss (Kehilangan Akibat Pemasakan/KPAP), persen
elongasi, kekerasan, kelengketan, dan kekenyalan. Hasil menunjukkan bahwa
waktu rehidrasi optimum mi kering pati campolay termodifikasi Heat-Moisture
Treatment hingga menjadi lunak dan tidak ada bercak putih pada untaian adalah
sekitar 5-6 menit. Penambahan konsentrasi guar gum terhadap mutu fisik mi
kering pati campolay temodifikasi Heat-Moisture Treatment menghasilkan
penurunan nilai cooking loss, kekerasan, dan kelengketan, namun meningkatkan
nilai kadar air, daya rehidrasi, daya pengembangan, persen elongasi, dan
kekenyalan. Produk terpilih dihasilkan pada mi kering dengan penambahan guar
gum 2%. Memiliki karakteristik mutu fisik berupa waktu rehidrasi 5,375 menit,
daya rehidrasi 224,974 %, daya pengembangan 81,8159 %, cooking loss 4,795%,
kekerasan 369,75 gf, elongasi 229,375%, kelengketan -0,695 gf, dan kekenyalan
0,57 mm.
Kata kunci: guar gum, mi kering, pati campolay termodifikasi Heat-Moisture Treatment, sifat fisik.