Abstract :
Antosianin pada kulit buah naga dikatakan dapat meningkatkan variasi
sensori pada roti tawar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil
sensori roti tawar dengan penambahan tepung kulit buah naga berdasarkan respon
yang diharapkan konsumen dengan menggunakan metode Rate-All-That-Apply
(RATA). Prosedur analisis meliputi FGD, pemilihan panelis, pengujian sensori
metode RATA. Analisis data yaitu Friedman Test, PCA, dan Preference Mapping.
Hasil PCA menunjukkan hasil perbandingan persentase perbandingan antara
tepung terigu dan tepung buah naga (95%:5%) dan (90%:10%) memiliki sensori
sama yaitu warna luar merah kejinggaan, tekstur lembut (tangan), tekstur lembut
(mulut), tekstur spongy (tangan), aroma khas roti tawar. Perbandingan proporsi
tepung terigu dan tepung kulit buah naga (85% :15%) dan (80%:20%) memiliki
sensori sama yaitu warna luar merah tua, warna dalam merah tua, tekstur padat
(mulut), tekstur padat (tangan), rasa asam, rasa pahit, aftertaste asam dan aftertaste
pahit. Proporsi tepung terigu dan tepung buah naga adalah (100%:0%) memiliki
sensori rasa tawar, rasa manis, warna luar kuning kecoklatan, dan warna dalam
putih kekuningan.. Produk roti yang mengandung tepung terigu dan tepung kulit
buah naga (95%:5%) memiliki rata-rata nilai kesukaan tertinggi yaitu 80-100%,
sedangkan konsentrasi penambahan tepung kulit buah naga yang semakin tinggi
memberikan nilai konsumen yang lebih rendah yaitu 0-20%.
Kata kunci: roti tawar, kulit buah naga, atribut sensori