Abstract :
Kue kembang goyang merupakan kue tradisional yang berasal dari Betawi. Bahan baku utama
kue kembang goyang adalah tepung beras. Kelemahan produk ini adalah rendah kandungan
protein. Pemanfaatan tepung kacang merah yang diformulasikan dengan tepung beras akan
meningkatkan nilai gizi pada kue kembang goyang tetapi penambahan sumber protein nabati
dapat menurunkan kerenyahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi
beras dan tepung kacang merah yang bebeda (100:0, 80:20, 70:30, 60:40 dan 50:50) terhadap
mutu kue kembang goyang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 (lima) taraf.
Mutu kue kembang goyang terdiri dari mutu fisik (kerenyahan), kimia (kadar air, kadar protein,
kadar abu, kadar lemak, kadar serat kasar, kadar karbohidrat), dan mutu organoleptik yaitu
(warna, rasa, aroma, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter mutu
kue kembang goyang dipengaruhi oleh formulasi tepung beras dan tepung kacang merah yang
berbeda (?=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue kembang goyang terpilih adalah
formulasi dengan konsentrasi tepung beras 80% dan tepung kacang merah 20% dengan hasil
uji mutu sensori menunjukkan warna kuning keemasan, rasa manis, aromanya tidak langu serta
teksturnya renyah. Hasil penilaian uji hedonik pada kue kembang goyang terpilih disukai pada
semua atribut. Nilai kimia kue kembang goyang produk terpilih yaitu kadar air 2,49%, Kadar
abu 0,96%, kadar protein 6,82%, kadar lemak 21,77%, kadar karbohidrat 67% dan kadar serat
kasar 26,24%. Kadar air kue kembang goyang memenuhi Standar Nasional Indonesia kerupuk
beras SNI 01-4307-1996.
Kata kunci: Kerenyahan, kue kembang goyang, protein, tepung kacang merah