Abstract :
Perlu dilakukan upaya untuk mengurangi impor dan penggunaan tepung terigu di
Indonesia menggunakan bahan baku lokal salah satunya tepung kulit pisang kepok
kuning. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang kepok
kuning menjadi tepung sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan brownies.
Penelitian ini menggunakan Rangkaian Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor.
Faktor pertama perbandingan tepung (tepung terigu:tepung kulit pisang kepok
kuning) dengan tiga taraf perlakuan (60:40), (50:50), dan (40:60). Faktor kedua
penambahan sukrosa dengan dua taraf perlakuan (100 g) dan (120 g). Analisis data
menggunakan ANOVA dengan Uji Lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) diketahui perbandingan tepung
(tepung terigu:tepung kulit pisang kepok kuning), penambahan sukrosa serta
interaksinya memberikan pengaruh terhadap karakteristik kimia (kadar air, kadar
abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat), mutu sensori (warna dan
aroma) dan hedonik (warna) brownies. Perbandingan tepung terigu:tepung kulit
pisang kepok kuning serta interaksi antara perbandingan tepung dengan
penambahan sukrosa memberikan pengaruh terhadap mutu sensori (tekstur).
Penambahan sukrosa serta interaksi antara perbandingan tepung dengan
penambahan sukrosa memberikan pengaruh terhadap mutu sensori (rasa) brownies
yang dihasilkan. Kadar air yang diperoleh berkisar antara 12,95-15,47%, kadar abu
2,17-2,87%, kadar lemak 23,85-32,78%, kadar protein 5,12-8,24%, kadar
karbohidrat 48,9-55,91%, nilai energi 447,85-500,18 kkal/gram, mutu sensori
warna 4,41-7,63 (coklat cerah hingga coklat pekat), aroma 5,68-6,96 (beraroma
pisang), tekstur 5,78-7,07 (lembut), rasa 6,4-7,22 (manis), serta hedonik warna
5,97-7,57, aroma 6,4-6,89, tekstur 6,2-6,87, rasa 6,27-6,58, dan overall 6,32-6,78,
masing-masing ke arah sangat suka.
Kata Kunci : brownies, kulit pisang, tepung kulit pisang kepok kuning