Abstract :
Protein gluten yang terkandung dalam gandum dapat menyebabkan kondisi
sensitif bagi sebagian orang dan dikenal sebagai intoleransi gluten. Penderita
celiac dan autis harus menghindari produk olahan gandum karena menyebabkan
gangguan penyerapan nutrisi dan menghambat sistem pencernaan. Tindakan yang
dapat dilakukan untuk menghadapi intoleransi gluten adalah melakukan diet bebas
gluten. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk pangan lokal
penunjang diet bebas gluten yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.
Pembuatan kukis sebagai makanan penunjang diet bebas gluten dilakukan
menggunakan baku maizena dengan tambahan mocaf dan tapioka sebagai
pengganti tepung terigu olahan gandum dalam pembuatan kukis. Penelitian ini
disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3
taraf perlakuan A1, A2, dan A3 dengan 2 kali pengulangan. Faktor A adalah
perbandingan penggunaan mocaf dan tapioka sebagai bahan tambahan. Analisis
produk merujuk kepada regulasi pangan yaitu SNI 2973-2022 meliputi pengujian
mutu sensori, kimia, mikrobiologi serta uji gluten untuk memenuhi Peraturan
BPOM RI No. 1 tahun 2022 sebagai klaim bebas gluten. Analisis data penelitian
menggunakan uji sidik ragam dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95
%. Hasil penelitian didapatkan kukis memiliki karakteristik mutu sensori, uji
kandungan kimia, dan batas cemaran mikrobiologi yang memenuhi persyaratan,
sehingga kukis bebas gluten berbahan baku maizena dengan tambahan mocaf dan
tapioka dapat dijadikan sebagai alternatif diversifikasi produk camilan yang
memiliki kualitas baik dan aman dikonsumsi bagi penderita intoleransi gluten
dengan pemenuhan asupan gizi mencapai angka 93 % dari kebutuhan pemberian
makanan tambahan anak sekolah dengan kebutuhan gizi khusus.
Kata kunci: Kukis Bebas Gluten, Mocaf, Tapioka, Klaim Mutu, Asupan Gizi