Abstract :
Tren roti sourdough telah berkembang pesat dalam beberapa tahun
terakhir. Pola konsumsi masyarakat mulai mengarah pada produk inovasi yang
alami dengan sentuhan berbeda. Kelebihan roti sourdough yaitu memiliki rasa
dan aroma yang khas, umur simpan lebih lama, mudah dicerna dan alami bebas
dari bahan kimia buatan. Untuk menciptakan karakteristik yang khas pada produk
roti sourdough, diperlukan natural yeast atau sourdough starter dengan
karakteristik yang berbeda dan potensial untuk di jadikan adonan biang pada
adonan roti sourdough. Yeast merupakan mikroba yang didapatkan dari hasil
fermentasi kultur dari suatu bahan pangan. Yeast dapat diperoleh dari fermentasi
buah, sayur dan serealia yang memiliki jumlah gula yang cukup sebagai sumber
nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan sumber
natural yeast dan waktu fermentasi terhadap nilai pH, kadar CO2 dan kadar
alkohol, serta mempelajari pengaruh aplikasi natural yeast terpilih pada
pembuatan sourdough starter terhadap nilai pH, jumlah bakteri asam laktat dan
yeast. Perlakuan yang diterapkan menggunakan media pertumbuhan natural
yeast dari buah kurma ajwa, pisang dan delima untuk mengetahui waktu
fermentasi terbaik. Diketahui sampel kurma ajwa dengan waktu fermentasi 5 hari
merupakan sampel terpilih untuk diaplikasikan terhadap sourdough starter
berdasarkan parameter kimia dan mikrobiologi. Sampel natural yeast kurma
ajwa dengan waktu fermentasi 5 hari memiliki nilai pH 3,80, kadar CO2 sebesar
609 mg/L dan kadar alkohol 1,12 %. Hasil akhir uji kimia dan mikrobiologi
sourdough starter dengan penambahan natural yeast kurma ajwa dengan
fermentasi 5 hari memiliki nilai pH 3,7, kadar Bakteri Asam Laktat (BAL)
dengan jumlah 5,8x107 dan kadar yeast (khamir) dengan jumlah 2,2x106
.
Kata Kunci: Natural yeast, sourdough starter, kurma ajwa, pisang ambon, delima