Abstract :
Teh kulit lidah buaya merupakan minuman herbal yang terbuat dari bagian kulit
terluar pelepah daun lidah buaya. Metode penyeduhan dapat mempengaruhi mutu
sensori dan tingkat kesukaan konsumen terhadap teh yang dihasilkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode penyeduhan terhadap karakteristik
sensori, hedonik, dan potensi kandungan asam hialuronat. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, dengan 6 taraf
perlakuan yaitu infus lembut, infus keras, infus ambien, decoction dingin, decoction
halusan, dan decoction matahari. Produk diuji sensori dan hedonik meliputi warna,
aroma, rasa, aftertaste, dan overall, kemudian dianalisis potensi kandungan HA
dengan uji karbohidrat total anthrone. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode
penyeduhan infus menghasilkan karakteristik warna lebih cerah, aroma lemah, rasa
yang tidak terlalu kuat, dan aftertaste yang lemah dibanding metode penyeduhan
decoction. Metode infus lembut memiliki karakteristik sensori yang cenderung
lebih lemah dibanding metode penyeduhan lain sehingga lebih disukai. Tingkat
kesukaan konsumen terhadap kulit lidah buaya cukup rendah yaitu dari kurang suka
hingga netral. Metode penyeduhan yang berpotensi mengandung HA paling tinggi
adalah decoction halusan yaitu sekitar 0,0345 - 0,3469 ppm dan potensi HA yang
paling rendah adalah pada infus keras yaitu sekitar 0,0085 - 0,0865 ppm. Produk
terpilih dihasilkan pada teh kulit lidah buaya dengan metode infus ambien dengan
karakteristik sensori warna, aroma, rasa, dan aftertaste yang paling lemah.
Kata kunci : Aloe barbadensis M, Teknik Penyeduhan, Total Karbohidrat, Sensori, Hedonik