Abstract :
Abon merupakan suatu jenis makanan kering berbentuk khas yang dibuat dari daging
yang direbus dan disayat-sayat, diberi bumbu, digoreng, kemudian dipres. Cabai merah
keriting dalam bentuk segar memiliki daya simpan yang tidak lama akibat kerusakan
mikrobiologi/fisiologi karena serangan mikroba Colletrothicum capsici dan kerusakan
fisiologis karena proses respirasi buah pada saat penyimpanan. Ikan teri nasi
(Stolephorus commersonii) merupakan lauk mina tinggi protein, seluruh badannya dapat
dikonsumsi sehingga memungkinkan penyerapan zat gizi yang maksimal. Protein teri
tersusun atas beberapa macam asam amino esensial. Pada penelitian ini dilakukan
pengolahan abon cabai dengan penambahan ikan teri untuk meningkatkan
keanekaragaman pangan. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan satu faktor yaitu perbandingan bubuk cabai dan ikan teri (20g : 10g), (25g :
15g), (30g : 20g), (35g: 25g). Analisis produk meliputi uji mutu sensori dan hedonik
untuk menentukan produk terpilih, kemudian dilakukan analisis kimia meliputi kadar
air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar dan kadar karbohidrat.
Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dan uji lanjut Duncan dengan selang
kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon terpilih dengan
perbandingan bubuk cabai 25g dan ikan teri 15g. Hasil uji mutu sensori produk abon
menunjukkan bahwa warna abon merah tua, beraroma ikan teri, rasa pedas dan
bertekstur agak kasar. Uji hedonik parameter warna, rasa, aroma, tekstur menunjukkan
panelis agak menyukai abon. Kandungan kimia abon terpilih mengandung kadar air
4,02%, kadar abu 7,01%, kadar protein 15,06%, kadar lemak 16,55%, kadar serat kasar
1,39% dan kadar karbohidrat 57,36%.
Kata kunci : Abon, cabai merah, ikan teri.