Abstract :
Temulawak merupakan salah satu herbal Indonesia yang memiliki efek
farmakologis antioksidan. Aktivitas antioksidan dalam temulawak tergolong kuat.
Pemanfaatan temulawak sebagai bahan pangan belum optimal karena memiliki aroma
tajam dan rasa yang pahit. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh
rasio tepung terigu dan tepung temulawak terhadap karakteristik sensori, karakteristik
kimia, dan aktivitas antioksidan pada kue egg roll. Metode penelitian yang diterapkan
yakni RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan empat taraf perlakuan yaitu rasio
tepung terigu dan tepung temulawak sebesar 28:2, 26:4, 24:6, dan 22:8. Penambahan
tepung temulawak mampu meningkatkan kadar air, kadar kurkumin dan aktivitas
antioksidan pada kue egg roll, tetapi menurunkan tingkat penerimaan sensori pada
produk. Konsentrasi tepung temulawak yang meningkat, membuat warna kue egg roll
mengarah ke arah kuning pekat, aroma temulawak semakin menguat, tekstur
cenderung mengarah ke tidak renyah, rasa pahit temulawak semakin dominan, serta
aftertaste getir semakin kuat dan semakin sering dirasakan. Penambahan tepung
temulawak yang semakin tinggi membuat kue egg roll tidak disukai oleh panelis.
Selama proses pembuatan kue egg roll membuat kadar kurkumin mengalami
penurunan sebesar 4,79% - 6,50%. Perlakuan terbaik pada kue egg roll berdasarkan
metode de Garmo adalah dengan rasio penambahan tepung temulawak 2%. Kue egg
roll dengan perlakuan terbaik memiliki kadar air sebesar 3,91%, kadar kurkumin
sebesar 0,00311 g/g (0,31%), dan aktivitas antioksidan sebesar 5,04%.
Kata kunci: Curcuma xanthorrhiza Roxb, egg roll, karakteristik sensori, camilan