Abstract :
K-Pop merupakan fenomena yang tengah populer di dunia, termasuk di
Indonesia. Penyebaran popularitas K-Pop yang mendunia ini tidak lepas dari adanya
komunikasi massa yang terjalin antara K-Pop Idol yang merupakan komunikator dan
penggemarnya yang merupakan komunikan melalui media massa. Oleh karena itu
penggemar sebagai komunikan mengalami efek komunikasi massa. Efek komunikasi
massa yang relevan dalam penelitian ini adalah teori dependensi media, di mana
menjelaskan para penggemar K-Pop Idol yang mengalami ketergantungan dengan
pesan yang diberikan oleh idolanya, sehingga mempengaruhi kognitif, afektif dan
perilaku individu penggemar tersebut. Efek kognitif dan afektif K-Pop Idol dapat
menyebabkan hiperealitas, dan efek perilaku yang dapat ditimbulkan adalah perilaku
imitasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hiperelitas yang dialami Mahasiswa
Perguruan Tinggi di Kota Bogor penggemar K-Pop, untuk mengetahui perilaku imitasi
yang dilakukan oleh Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kota Bogor penggemar K-Pop,
dan untuk mengetahui pengaruh hiperealitas K-Pop Idol terhadap perilaku imitasi
Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kota Bogor penggemar K-Pop.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Peneliti
menganalisis data yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh hiperealitas K-Pop
Idol terhadap perilaku imitasi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode
survey dengan menyebarkan kuisioner secara online kepada Mahasiswa Perguruan
Tinggi di Kota Bogor penggemar K-Pop Idol untuk mengetahui informasi pendapat
responden terhadap hiperealitas dan perilaku imitasi yang dialami selama menjadi
penggemar K-Pop Idol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probabilitas
sampel jenis sampel acak sederhana. Sampel yang ditetapkan sebanyak 100 orang yang
telah dihitung menggunakan rumus Slovin. Skala pengukuran yang digunakan adalah
skala Likert untuk mengukur setiap item pernyataan, serta skala pengukuran Weight
Mean Score (WMS) untuk menentukan interval skor pernyataan. Teknik pengumpulan
data mencakup data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah
kuisioner, dan data sekunder yang digunakan adalah wawancara dan studi kepustakaan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, koefisien
determinasi, dan pengujian hipotesis menggunakan Uji Signifikansi Parsial (Uji T).
Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan
bahwa terdapat pengaruh positif antara hiperealitas terhadap perilaku imitasi. Hasil
analisis koefisien determinasi menunjukan bahwa R-square (R2
) atau koefisien
determinasi bernilai 68%, yang artinya pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah
sebesar 68%. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Uji T menunjukan bahwa nilai
sig 0,000 < 0,5 dan Thitung 14.695 > Ttabel 1.984, artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang
artinya terdapat pengaruh hiperealitas K-Pop Idol terhadap perilaku imitasi mahasiswa.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data variabel hiperealitas
termasuk ke dalam kategori baik yang artinya Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kota
Bogor penggemar K-Pop mengalami hiperealitas, yaitu responden tidak bisa
membedakan kenyataan dan fantasi pada proses komunikasi massa yang terjalin antara
responden dengan idolanya. Hasil analisis data variabel perilaku imitasi termasuk ke
dalam kategori baik yang berarti Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kota Bogor
penggemar K-Pop mengalami perilaku imitasi yaitu memiliki atensi untuk
mengobservasi perilaku idolanya yang akan ditiru. Berdasarkan analisis data, terdapat
pengaruh dengan signifikansi yang kuat dan positif antara hiperealitas terhadap
perilaku imitasi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kota Bogor penggemar K-Pop.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi peneliti selanjutnya
untuk meneliti fenomena K-Pop dari sudut pandang hiperealitas dengan pendekatan
kualitatif. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti perilaku imitasi
penggemar K-Pop dengan menggunakan teori yang berbeda dari teori imitasi
pembelajaran sosial Bandura. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti pengaruh
hiperealitas terhadap perilaku imitasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan
meneliti hiperealitas fenomena K-Pop dengan variabel Y yang berbeda.
Kata Kunci: Efek Komunikasi Massa, Hiperealitas, Perilaku Imitasi, K-Pop