Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan tepung labu parang
dan tepung sagu aren yang tepat dalam pembuatan makanan dietetik berupa mi
glosor. Pada penelitian ini dibuat mi dengan 5 formula, yaitu formula A1 (tepung
labu parang 70% : tepung sagu aren 30%), A2 (tepung labu parang 60% : tepung
sagu aren 40%), A3 (tepung labu parang 50% : tepung sagu aren 50%), A4
(tepung labu parang 40% : tepung sagu aren 60%), dan A5 (tepung labu parang
30% : tepung sagu aren 70%). Formula terpilih ditentukan berdasarkan uji fisik
(kekerasan, kekenyalan dan kelengketan) dan uji organoleptik (uji hedonik dan uji
mutu sensori). Uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan
keseluruhan. Mi formula terpilih selanjutnya diuji kandungan komposisi
kimianya. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor
dengan 5 taraf perlakuan dan 2 ulangan untuk setiap perlakuan. Data dianalisis
menggunakan uji Kruskal Wallis pada uji fisik. Data organoleptik dianalisis
menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Man Whitney U pada uji
organoleptik. Hasil uji fisik menunjukkan bahwa kelima perlakuan tidak
berpengaruh terhadap kekerasan, kelengketan dan kekenyalan mi. Uji
organoleptik menunjukkan kelima perlakuan berpengaruh terhadap warna, rasa,
aroma, tekstur dan keseluruhan produk mi glosor. Formula terpilih adalah A5
yaitu mi yang dibuat dari tepung labu parang 30% : tepung sagu aren 70%. Mi
glosor formula terpilih memiliki kadar air 57,75%, abu 1,44%, protein 6,87%,
lemak 4,43%, karbohidrat 29,51%, serat kasar 17,43%, aktivitas antioksidan
563,214 ppm dan beta karoten 392,15 µg/g.
Keywords: tepung labu parang, tepung sagu aren, mi glosor.