Abstract :
Teh celup kecombrang fermentasi dan non-fermentasi dengan teknik
penyeduhan yang berbeda merupakan bentuk pemanfaatan tanaman kecombrang
sebagai bahan pembuatan teh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh
fermentasi dan non-fermentasi dengan teknik penyeduhan yang berbeda pada teh
celup kecombrang terhadap aktivitas antioksidan dan organoleptik. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dengan 2 kali ulangan,
dimana faktor pertama yaitu perbedaan jenis teh (A) dengan dua taraf perlakuan,
yaitu A1 (teh fermentasi), A2 (teh non-fermentasi) dan faktor kedua adalah teknik
penyeduhan yang berbeda (B) dengan tiga taraf perlakuan, yaitu B1 (hot brew), B2
(cold brew), B3 (hot ice brew). Analisis produk meliputi uji kadar air, uji kimia
yaitu aktivitas antioksidan dan uji sensori meliputi parameter warna, rasa, aroma
dan kekentalan. Penentuan produk terpilih didasarkan pada uji aktivitas antioksidan
dan uji mutu sensori dan hedonik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh celup
kecombrang fermentasi menghasilkan aktivitas antioksidan terendah dan nonfermentasi menghasilkan antioksidan tertinggi, dan teknik penyeduhan hot brew
memberikan aktivitas antioksidan tertinggi, teknik penyeduhan cold brew dan hot
ice brew memberikan aktivitas antioksidan terendah. Serta berpengaruh nyata pada
uji sensori warna merah muda teh celup kecombrang fermentasi, warna kuning teh
celup non-fermentasi, aroma semakin tercium khas kecombrang dan rasa semakin
terasa asam. Uji hedonik panelis lebih menyukai warna ke arah merah muda tua,
aroma ke arah tercium khas kecombrang dan overall ke arah perlakuan A1B1.
Produk terpilih pada penelitian ini adalah A1B1 (teh celup kecombrang fermentasi
dengan teknik penyeduhan hot brew), dengan kadar aktivitas antioksidan sebesar
70,93%.
Kata Kunci : Fermentasi, non-fermentasi, teh kecombrang, antioksidan, sensori