Abstract :
Teh merupakan minuman penyegar yang dipercaya mempunyai efek kesehatan dan
banyak dimanfaatkan sebagai kosmetika dan obat-obatan. Teh umumnya dihasilkan
dari bagian ujung daun muda tumbuhan teh (Camellia sinensis). Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari pembuatan minuman teh pegagan dengan kombinasi
kayu manis serta karakteristik sensori dan fisikokimianya. Rancangan percobaan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu
faktor yaitu perbandingan serbuk teh pegagan dan bubuk kayu manis dengan empat
taraf perlakuan yaitu (100% : 0%), (90% : 10%), (80% : 20%) dan (70% : 30%).
Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan Uji Lanjut Duncan dengan
selang kepercayaan 95%. Analisis produk yang dilakukan meliputi uji mutu sensori,
uji hedonik, analisis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, derajat keasaman
(pH) dan total padatan terlarut (TPT) serta menetukan produk terpilih. Produk
terpilih yaitu Perlakuan P3 (80%:20%) dengan nilai mutu sensori dengan deskripsi
warna kuning kehijauan ke arah kuning kecokelatan (6,49), aroma I langu hingga
tidak langu (7,19), aroma II ke arah tercium wangi kayu manis (7,12), rasa ke arah
manis (7,82), aftertaste ke arah tidak pahit (6,42). Perlakuan P3 mempunyai
hedonik warna (7,16) ke arah suka, aroma (6,69) ke arah suka , rasa (6,69) ke arah
suka, aftertaste (6,72) ke arah suka dan overall (6,82) ke arah suka. Nilai pH (6,2),
TPT (11,20), dan aktivitas antioksidan 79,79%.
Kata kunci: teh herbal, pegagan, antioksidan