Abstract :
Mi telah menjadi pangan alternatif utama setelah nasi. Hal ini menyebabkan tingkat
ketergantungan terhadap tepung terigu sangat tinggi, sehingga impor gandum terus meningkat.
Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari perbandingan tepung
mocaf dan tepung talas dengan penambahan lesitin kedelai pada pembuatan mi kering serta
interaksi antara tepung mocaf dan tepung talas dengan penambahan lesitin kedelai. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu
perbandingan mocaf dan tepung talas dengan tiga taraf perlakuan (90:10%, 80:20%, 70:30%)
dan penambahan lesitin kedelai dengan tiga taraf perlakuan (0,25%, 0,4%, 0,5%). Analisis
produk meliputi cooking loss, elasititas, daya rehidrasi, sesonsori serta mutu dan kimia untuk
produk mi kering terpilih. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan
hasil analisis data menunjukkan bahwa tepung mocaf, tepung talas, konsentrasi lesitin kedelai
dan interaksi keduanya berpengaruh terhadap cooking loss. Peningkatan konsentrasi tepung
talas yang semakin banyak dapat menyebabkan nilai cooking loss semakin besar yaitu 21,5%
sebaliknya penambahan tepung mocaf yang semakin banyak menyebabkan nilai cooking loss
semakin rendah yaitu 5,15% dan penambahan lesitin kedelai dapat menstabilkan adonan serta
meningkatkan elastisitas pada mi kering. Penambahan tepung talas juga dapat meningkatkan
elastisitas pada mi kering. Hasil mutu uji sensori menunjukan warna (skor 8,64), tercium aroma
khas mocaf (skor 9,09), serta tekstur yang elastis (skor 7,49) tercium aroma khas talas (skor
6,72), terasa khas mocaf (skor 8,42), sera tersa khas talas (skor 9,7). Mi kering terpilih adalah
mi A1B3 yang dibuat dari perbandingan tepung mocaf 90%, tepung talas 10%, dan
penambahan lesitin kedelai 0,5%. Mi kering terpilih memiliki kadar air 30,25%, kadar abu
2,12%, kadar lemak 11,20%, kadar protein 2,56%, karbohidrat 46,13%.
Kata kunci : mi kering, mocaf, tepung talas, lesitin kedelai