Abstract :
Kecimpring adalah makanan yang terbuat dari singkong. Penelitian ini bertujuan
untuk memanfaatkan ikan lele dan daun pegagan pada pembuatan kecimpring
sebagai salah satu bentuk diversifikasi pangan. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi ikan lele
(10%, 20%, 30%) dan konsentrasi irisan daun pegagan (5%, 10%, 15%). Analisis
data yang digunakan adalah ANOVA dengan Uji Lanjut Duncan dan Uji-t dengan
selang kepercayaan 95%. Analisis produk meliputi uji mutu sensori dan hedonik
serta analisis kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar dan
nilai energi) untuk produk terpilih. Produk terpilih yaitu kecimpring dengan
penambahan konsentrasi ikan lele 10% dan konsentrasi pegagan 5% yang
memiliki kadar air 8,97%, kadar abu 4,81%, kadar protein 5,27%, kadar lemak
2,47%, kadar karbohidrat 78,46%, kadar serat kasar 5,57% dan nilai energi 357,19
kkal/100 gram. Hasil mutu sensori kecimpring lele terpilih menghasilkan tekstur
ke arah renyah (skor 8,09), warna ke arah kuning (skor 4,37), aroma ke arah tidak
amis (skor 7,60), rasa ke arah gurih (skor 6,90), dan aftertaste ke arah tidak pahit
(skor 7,17). Hasil hedonik kecimpring lele terpilih menghasilkan tekstur ke arah
suka (skor 7,65), warna ke arah suka (skor 7,48), aroma ke arah tidak suka (skor
7,78), rasa ke arah suka (skor 7,29), dan aftertaste ke arah suka (skor 7,18).
Kata kunci: kecimpring, ikan lele, pegagan