Abstract :
Pada umumnya kerupuk dibuat dari tapioka sebagai sumber pati dengan
penambahan bumbu dan air. Tujuan dalam penelitian ini adalah menambah
keanegaraman produk kerupuk dengan penambahan tepung tutut dan tepung daun
kelor dan juga dapat meningkatkan kadar protein seseuai mutu SNI dan kadar
kalsium. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu
faktor dan 2 kali ulangan, dengan taraf perlakuan yaitu 100%:0% (tapioka 400g),
70%:25%:5% (tapioka 280g, tepung tutut 100g, tepung daun kelor 20%),
70%:20%:10% (280g tapioka, 80g tepung tutut, 40g tepung daun kelor) dan
70%:15%:15% (280g tapioka, 60g tepung tutut, 60g tepuung daun kelor).
Kemudian data yang didapatkan dilakukan uji analisis menggunakan sidik ragam
ANOVA dan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Berdasarkan uji
analisis data diketahui bahwa penambahan tepung tutut dan tepung daun kelor
berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar air, mutu sensori dan mutu
hedonik. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan kadar
kalsium. Produk terpilih adalah kerupuk dengan penambahan tepung tutut 25% dan
tepung kelor 5%. Produk terpilih memiliki kadar protein sebesar 13, 93 %, kadar
air 4,86%, kadar abu 1,73%, dan kadar kalsium 3,22%. Berdasarkan hasil uji mutu
sensori, produk terpilih memiliki warna hijau kecoklatan, aroma tutut dan kelor
tidak terlalu pekat, terasa gurih dan tidak pahit serta memiliki tekstur yang renyah.
Secara uji mutu hedonik berdasarkan semua atribut baik warna, aroma, rasa, tekstur,
dan secara keluruhan disukai oleh para panelis.
Kata Kunci : kerupuk, daun kelor, protein, tutut