Abstract :
Kerusakan akibat terjadinya reaksi oksidasi pada anhydrous milk fat selama
tertahan didalam tangki penampungan akan mempengaruhi kualitas produk, reaksi
oksidasi dapat dihambat oleh adanya antioksidan. Penelitian ini bertujuan
mempelajari pengaruh penambahan antioksidan tokoferol terhadap stabilitas
oksidatif anhydrous milk fat selama tertahan didalam tangki. Rancangan percobaan
yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 taraf
perlakuan yaitu lama waktu tertahan ( 12 jam, 18 jam dan 24 jam) dan konsentrasi
tokoferol (75 mg/L, 100 mg/L dan 125 mg/L). Variabel yang diamati dalam
penelitian ini meliputi analisa sensori, analisa asam lemak bebas dan analisa
bilangan peroksida. Pada hasil analisa menunjukkan bahwa lama waktu tertahan
dan konsentrasi tokoferol berpengaruh nyata terhadap sifat sensori warna dan
kecerahan, tetapi masih dalam batas standar mutu penerimaan. Hasil analisa secara
kimia menunjukkan lama waktu tertahan dan konsentrasi tokoferol berpengaruh
nyata terhadap laju kenaikan nilai asam lemak bebas dan bilangan peroksida.
Semakin lama waktu tertahan maka reaksi oksidasi semakin meningkat, dan
semakin tinggi konsentrasi tokoferol maka reaksi oksidasi semakin rendah.
Interaksi antara kedua faktor tidak berpengaruh terhadap stabilitas oksidatif
anhydrous milk fat. Penambahan antioksidan tokoferol pada konsentrasi 75 mg/L
mampu mempertahankan sifat sensori, nilai asam lemak bebas dan bilangan
peroksida anhydrous milk fat sesuai dengan standar mutu penerimaan selama 24
jam. Penggunaan antioksidan alfa tokoferol konsentrasi 75 mg/L lebih efisien untuk
mempertahankan mutu anhydrous milk fat selama 24 jam dengan menghemat biaya
sebesar 25% dari biaya yang dikeluarkan pada penggunaan konsentrasi 100 mg/L.
Kata kunci: Anhydrous milk fat, Stabilitas oksidatif, asam lemak bebas, bilangan peroksida, tokoferol.