Abstract :
Pemanfaatan rebung khususnya rebung betung masih terbilang
rendah di Indonesia, umumnya dijadikan sebagai olahan sayur. Upaya
untuk meningkatkan potensi rebung betung di pasaran, maka perlu
dilakukannya diversifikasi prodak, yaitu dilakukan pembuatan keripik
simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
perbandingan tepung beras dan tepung terigu serta bubur rebung terhadap
mutu sensori keripik simulasi rebung betung, mengetahui kandungan zat
gizi, jumlah kalori dan kadar serat kasar produk terpilih. Metode yang
digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak faktorial dengan dua
faktoryang meliputi faktor perbandingan tepung beras dan tepung terigu:
(30% : 70%, 50% : 50%, 70% : 30%) dan faktor bubur rebung: (20%,
30%, 40%) dengan keterangan % bubur rebung merupakan total dari
perbandingan tepung beras dan tepung terigu. Analisis yang dilakukan
meliputi uji mutu sensori, uji kadar serat kasar, dan nilai gizi untuk keripik
simulasi rebung betung terpilih. Analisis data menggunakan ANOVA
dengan uji lanjut Duncan. Hasilnya didapatkan bahwa kombinasi
perbandingan tepung beras dan tepung terigu serta bubur rebung
berpengaruh terhadap sifat mutu sensori keripik simulasi rebung betung.
Produk keripik simulasi terpilih adalah keripik simulasi yang diolah
dengan perbandingan tepung beras dan tepung terigu (70% : 30%) dengan
bubur rebung 20%. Produk keripik simulasi tersebut memiliki kadar air
0,42%, abu 2,74%, protein 4,49%, karbohidrat 84,65% , lemak 7,09%,
nilai energi 420,37 Kkal /100g sampel dan serat kasar 0,60%.
Kata kunci : bubur rebung, keripik simulasi, rebung betung, serat kasar, tepung beras dan tepung terigu.