Abstract :
Bakso daging merupakan salah satu produk hasil olahan daging yang mudah
ditemukan dan juga digemari oleh masyarakat. Pada umumnya, bahan baku yang
digunakan untuk membuat bakso adalah daging sapi. Namun, harga daging sapi
relatif yang tidak stabil menyebabkan produsen bakso melakukan kecurangan
dengan menambahkan daging celeng dalam pembuatan bakso. Penelitian ini
bertujuana untuk mengetahui karakteristik fisiko kimia dan organoleptik dari bakso
daging sapi, bakso daging celeng, dan bakso daging sapi campur celeng. Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan.
Perlakuan A1 (daging sapi 100%), perlakuan A2 (daging celeng 100%), dan
perlakuan A3 (daging sapi 50%:daging celeng 50%). Data akan dianalisis sidik
ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan?s Multiple Range Test
(DNMRT) pada taraf 5% pada uji kimia, uji fisik, dan uji organoleptik. Hasil uji
mutu sensori menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada warna
bakso dan berpengaruh nyata pada kekenyalan bakso. Hasil uji kimia menunjukkan
berpengaruh nyata (p<0,05) pada kadar abu bakso dan tidak berpengaruh nyata
(p>0,05) pada kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar , serat, dan kadar
karbohidrat. Nilai rata-rata kadar abu bakso A1 sebesar 0,49%, bakso A2 sebesar
015%, dan bakso A3 sebesar 0,74%. Hasil uji fisik menunjukkan adanya pengaruh
nyata (p<0,05) pada daya mengikat air bakso. Nilai rata-rata daya mengikat air
bakso A1 sebesar 31,58%, bakso A2 sebesar 33,16%, dan bakso A3 sebesar
21,71%.
Kata kunci : bakso daging sapi, bakso daging celeng, bakso daging sapi campur celeng.