Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik effervescent
berbahan baku kacang-kacangan lokal yaitu kacang merah, kacang hijau, dan
kacang tunggak sebagai sedian protein nabati yang praktis dan tidak menimbulkan
efek mual saat dikonsumsi. Kacang-kacangan dikukus pada suhu 90°C selama 5
menit, kemudian dikeringkan dan diperkecil ukurannya. 100 gram dari masingmasing tepung kacang diformulasikan dengan penambahan asam sitrat: asam
tartarat: natrium bikarbonat (18 g: 25g: 53 g), perisa lemon 20 gram dan berbagai
dosis gula (30, 50 dan 70 gram). Serbuk effervescent kemudian diuji karakteristik
kadar protein, serat kasar, aktivitas antioksidan, kelarutan dalam air dan uji
hedonik. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh hasil, formula
effervescent dengan kandungan protein tertinggi adalah kacang hijau dan kacang
tunggak sebesar 18.30%. Kadar serat pangan tertinggi adalah formula kacang
merah dengan dosis gula 70 gram sebesar 24.79%. Ketiga jenis kacang
mengandung kadar antioksidan rata-rata sebesar 30.88 mg asam askorbat/100 g
sampel. Effervescent dengan waktu larut paling cepat yaitu formula berbahan dasar
kacang merah dan kacang hijau dengan dosis gula 30 gram. Respon panelis
terhadap rasa dan aroma formula effervescent kacang merah dan kacang hijau
berbagai dosis gula memiliki tingkat penerimaan yang sama yaitu agak suka sampai
suka, sedangkan formula effervescent kacang hijau memiliki respon berbeda yaitu
agak tidak suka sampai tidak suka. Seluruh perlakuan memberikan respon yang
sama terhadap warna formula effervescent yaitu agak suka.
Kata Kunci: effervescent, kacang, protein nabati, serat, antioksidan