Institusion
Universitas Djuanda
Author
Hikmawan, Tubagus Kasfi Maulana
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2023-11-07 01:51:36
Abstract :
Menurut data yang didapat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), pada tahun
2015-2020 sebanyak 158 mahasiswa asal Papua menempuh pendidikan di IPB.
Pada tahun 2020 megalami kenaikan sebesar 84%. Budaya dan komunikasi
merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika masuk dan mengalami
kontak dengan budaya lain serta merasakan ketidaknyamanan psikis dan fisik
karena kontak tersebut, maka keadaan ini disebut gegar budaya atau culture shock.
Konsep Gudykunst mengenai AUM ini menjelaskan proses utama dan faktor tidak
langsung yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi yang dirasakan dalam
pertemuan lintas budaya. Masalah dalam penelitian ini adalah ?bagaimana culture
shock mahasiswa Papua dan bagaimana pendekatan Anxiety Uncertainly
Management (AUM) dalam mengatasi culture shock?? Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui culture shock mahasiswa Papua dan pendekatan Anxiety
Uncertainly Management (AUM) dalam mengatasi culture shock.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif.
Informan kunci adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Papua dan
sudah menetap minimal satu tahun di Bogor. Informan pendukung adalah
mahasiswa IPB. Teknik pengumpulan data primer dikumpulkan dengan
wawancara dan teknik pengumpulan data sekunder dikumpulkan dengan studi
pustaka.
Penelitian menunjukan culture shock yang dialami oleh orang Papua saat
pertama kali datang ke Bogor disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, faktor
pergaulan, berbeda dengan daerah asal membuat orang Papua merasa minder dan
takut menyinggung teman yang berbeda suku budaya pada saat berkomunikasi.
Kedua,bahasa, tidak mengertinya orang Papua pada bahasa daerah temannya yang
berbeda suku budaya membuat orang Papua mengurangi komunikasi saat
berkumpul dengan temannya. Ketiga, adat istiadat, orang Papua merasa
terasingkan karena belum mengetahui bagaimana biasanya masyarakat Bogor
berinteraksi. Upaya orang Papua dalam mengatasi culture shock melalui
pendekatan Anxiety/Uncertanty Management yaitu memotivasi dirinya sendiri
ketika ingin memasuki ruang lingkup pergaulan yang baru dengan meningkatkan
keberanian dan percaya diri. Lalu selalu memberika reaksi positif ketika
dihadapkan dengan perbedaan budaya. Selain itu memperluas koneksinya dengan
orang asing seperti berkenalan dengan lebih banyak orang asing.
Kata kunci: Culture Shock, Mahasiswa Asal Papua, Anxiety Uncertainly Management